Pekerja Seks Komersil
…ini hidup wanita si kupu-kupu malam
bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
bibir senyum kata halus merayu memanja
kepada setiap mereka yg datang
dosakah yg dia kerjakan
sucikah mereka yg datang
kadang dia tersenyum dalam tangis
kadang dia menangis di dalam senyuman…
Sebutan Pekerja Seks Komersil (PSK) bisa jadi dibuat hanya untuk menyamarkan saja atau Kedok semata. Tapi yang jelas bagi kaum Wanita khususnya apakah mereka akan bangga dengan sebutan itu..?? ![]()
Mungkin dibeberapa kalangan masyarakat sebutan PSK lebih sopan dan kedengaran tidak Vulgar, walaupun pada kenyataannya mempunyai pengertian yang sama dengan Lonte,WTS, Perek, dll.
Dan jika memang sebutan “Lonte,WTS dan Perek” tersebut dikatakan menghina dan sekaligus melanggar HAM, aku rasa itu adalah sebuah pilihan.
Kadang pernyataan diatas agak sedikit naif dan cenderung mengarah diskriminatif…tapi itulah yang menjadi fenomena di masyarakat kita yang sok moralis.
Pada kenyataannya dasar mereka melakukan pekerjaan itu agak susah untuk menjelaskannya.
Namun sebagus atau seburuk apapun alasannya, Kenyataan ini sudah berkembang dan bertambah pesat. Malah beberapa orang mungkin berpikir merasa bangga memakai sebutan itu (PSK) dan seakan tidak perduli yang penting bisa menikmati kepuasan dunia ![]()
Namun kalau ditelusuri lagi alasan para PSK ini sebenarnya bukan karena masalah himpitan ekonomi atau
alasan2 yang sengaja dibuat dgn tujuan untuk membenarkan pekerjaan itu. Kalaupun tujuaannya hanya ingin hidup bermewah-mewahan masih banyak koq pekerjaan atau kegiatan positif yang lainnya.
Jika memang ada yang setuju dengan sebutan PSK karena dgn alasan lebih halus, lantas apakah perbuatan dan pekerjaan mereka itu bisa diterima..??
Pekerja Seks Komersil adalah pekerja seks yang identik dengan amoral.
Tidak semua gejala yang di “dunia lendir” ini karena kelakuan yang bejat. Banyak motif dan kasus di negara miskin seperti Indonesia, seseorang terpaksa menjadi PSK karena masalah kondisi ekonomi (menyelamatkan hidup keluarganya) atau dalam beberapa kasus karena terjerat dalam “mafia lendir”.
Mungkin bukan Rahasia umum lagi jika aparat dapat bagian dari exploitasi PSK ini sampai kearah bisnis lendir ini, dan para pemuka agama dan tokoh masyarakat pun dapat kesempatan muncul di Televisi untuk membahas ataupun hanya untuk sekedar komentar saja ![]()
KOMNAS PEREMPUAN tidak ingin atau melarang kalo Wanita yg melacur itu disebut yang lain selain PEKERJA SEKS KOMERSIL (PSK), kenapa bisa begitu yah?
Secara malacur itu kan perbuatan yang tidak baik, koq malah ingin disamakan dengan pekerjaan yang lain seh
Karena tugas KOMNAS ini sebenarnya untuk melindungi para perempuan, tapi koq malah kesannya menelanjangi yah?





September 5th, 2008 at 7:45 am
wah puasa-puasa gini mash keliaran??? atau mungkin mereka butuh buat THR ya ini buat pemerintah sediakan aja lapangan kerja sebanyak2 nya biar mereka ada kegiatan …
September 5th, 2008 at 8:13 am
mungkin memang mereka lagi membutuhkan dana, jadi mereka ga ada pilihan lain lagi….
yah namanya juga manusia, kalo dah dalam kesulitan pasti langsung berpikir pendekkkkkk banget,….
September 5th, 2008 at 8:34 am
oo.. ini kan yang bikin partai PKS itu ya [Pekerja Komersial Seks]
hihihi OOT
September 5th, 2008 at 9:39 am
mereka anggap sebutan psk itu politically correct sama seperti sebutan2 lainnya kayak buta — tuna netra; rumah jompo — panti wredha ; wanita — perempuan; cina — tiongkok, china. tujuannya ingin ‘memperhalus’ makna, meski kesannya kok sebutan psk itu malah jadi lebih vulgar. btw sebutan untuk pekerja seks laki2 kayak gigolo itu apa yak
September 5th, 2008 at 11:40 am
gak ada pedagang kalau nggak ada pembeli. mendingan gimana caranya supaya pembelinya itu nggak beli2. sama dengan warung. kita ke warung kl butuh beli beras. yang ini, “pembeli” ke “warung” kalo butuh seks. buntut2nya balik ke masalah rumah tangga. kenapa si pembeli itu bisa ke warung lain?
*eleuh2…puasa2 ngebahas ginian*
September 5th, 2008 at 12:07 pm
Tergantung persepsi orang lah…(wekss..mentang2 barusan bikin postingan tentang persepsi)…
September 5th, 2008 at 4:13 pm
walaupun namanya telah jadi PSK atau apalah yang lebih “aman”,,,,kenyataannya buatku itu sama saja. sama saja tidak benar……
berangus habis para PSK………
jangan cuma di bulan ramadhan…….
September 5th, 2008 at 7:16 pm
kayaknya cantik tuh cewek berdua..heheh.
no comment!
September 5th, 2008 at 7:28 pm
duuh masalah ini memang dilema sendiri buat negeri kita
September 5th, 2008 at 7:54 pm
Waktu SMA pernah bikin penelitian buat tugas Sosiologi, trus ngambil sampel 100 PSK di Jkt, satu2 dimintain tolong isi kuisioner… Kebanyakan jawabnya alesan jadi PSK u/ biayain keluarga sementara mereka merasa ga punya keahlian u/ kerja yang lain. Kayaknya sih kerjaan lain banyak, cuma pendapatannya ga sebanyak klo jadi PSK hehehe. But anyways, ga mao nge-judge ah.
Itu fotonya yang sebelah kiri cakep kayaknya.
September 5th, 2008 at 8:06 pm
wah lae… mau apapun namanya diganti2 sehalus apapun, selembut apapun, tetap aja mereka salah. Tapi sesalah apapun mereka, kita juga salah. Kenapa kita gak bantu mereka keluar dari jalan setan?
September 5th, 2008 at 9:39 pm
na’udzubillahmindzalik….
September 5th, 2008 at 10:15 pm
apapun sebutan nya pekerjaan tersebut adalah pekerjaan orang malas dan ingin cepat kaya…titik
September 5th, 2008 at 10:37 pm
Gitu ya pra???
September 5th, 2008 at 11:14 pm
Ada asap ada api, ada gula ada semut, ada apalagi yach hehehe, maksudnya sesuatu itu yang jelas punya latar belakang apa dan bagaimana sehingga terjadi demikian. Kalau ngomong soal PSK (Pekerja Seks Komersial) atau apalah namanya tapi tetap sama saja, dan menurut saya tidak mengurangi kadarnya. Berbagai hal bisa saja mendorong atau menjerumuskan ke dalam dunia tersebut (PSK), itu yang mungkin yang harus dilihat dan ditinjau, sehingga diperoleh suatu solusi pembenahan atau pemulihan. Bukan berarti akhirnya ada suatu pembenaran. Bagaimanapun hal itu tetap saja bertentangan dengan nilai-nilai yang ada. Sekian dahulu komennya, lebihnya mohon dikurangi, kurangnya mohon dilebihkan heheheh
September 5th, 2008 at 11:25 pm
ouww… mantap juga riview nya prah..
udah berpengalaman ya…
September 6th, 2008 at 2:14 am
kaya pernah denger lagu ntu
September 6th, 2008 at 2:36 am
*tinggalin jejak dulu yakh*
da mu pulang neeh,td ngantuk banged..
September 6th, 2008 at 3:50 am
menyimpulkan tulisan kamu di atas , sebutan psk lebih cocok , krn yg di jadikan point pekerjaannya , bukan kepribadiannya … sebagai individu belum tentu wanita2 ini sebejat dengan apa yg di lakukannya ( kembali ke tulisanmu lagi => latar belakang )
Ah , biarkan Tuhan aja yg menghakimi soal ini , berbahagialah buat siapa saja yg tidak perlu melacurkan diri utk bertahan hidup ( Praise the Lord ) , dan moga2 kita tidak gampang menuduh sembarangan , bisa kualat loh …
peace
September 6th, 2008 at 3:58 am
yah mudah2an aja semakin banyak yang sadar..
September 6th, 2008 at 5:59 am
wah di halaman rumahku banyak lho kupu-kupu malam , cantik2 lagi
September 6th, 2008 at 10:46 am
kupu-kupu malam itu sama dengan cupu-cupu malam gak sih..?
September 6th, 2008 at 12:32 pm
Salam
PSK ya PSK mau apapun motifnya, mau apapun sebutannya jelas-jelas mereka melanggar norma toh *ini bukan kata saya tapi kata norma*
September 6th, 2008 at 12:59 pm
Ayo siapa pelanggannya, ayo ngaku ?
September 6th, 2008 at 1:05 pm
Memang disaat “butuh” apapun akan dilakukan demi uang semata, padahal banyak orang yang miskin, tapi hidupnya jauh lebih tenang dan bahagia dibanding kan orang kaya…..”
salam,
September 6th, 2008 at 9:59 pm
wahh…… iya bener tu saya sependapat bahwa PSK itu ada yg melakukannya bukan karena himpitan ekonomi namun karena hasrat ingin hidup bermewah2 dan berfoya2… karena mungkin menurut mereka jadi PSK adalah cara yang paling singkat dan tidak membutuhkan keahlian khusus… hanya cukup pandai merangkai huruf A dan H menjadi Ah…ahh… gitu aja heheheheeh pisss……
September 6th, 2008 at 10:01 pm
harusnya, untuk membantu para wanita ini, rhoma irama, aa gym dll yg poligami ngawinin mereka. bukannya ngawinin cewek cakep nan montok.
*ngacir ah
September 7th, 2008 at 5:59 am
Mmmm Pe Es Ka ? Ga pernah nyoba tuh wkwkwkwk
September 7th, 2008 at 11:19 am
hmm….pemerintah nie harusnya berperan buat ngasih pekerjaan yang baik buat mereka. Pokoknya hilangin lah hal2 macam gini. komnasham juga aneh2 aja.
September 7th, 2008 at 3:09 pm
jadi pgn nyanyi “koepoe liarku” – nya Slank
September 7th, 2008 at 10:56 pm
saw them like i saw paranoia…
there’s somethin wrong, but dunno ’cause people thought that they’re damn rite…
culture shock kali ya? tapi selalu ada rasa ndak enak tiap kali liat dandanan mereka…
September 7th, 2008 at 11:42 pm
PSK itu bisa ce bisa jg co kan?
September 8th, 2008 at 2:02 am
sayang banget cantik2 tapi psk…
September 8th, 2008 at 3:43 am
Ada DEMAND ada SUPLLY, pak.
Yang salah mana permintaannya atau supliernya???
September 8th, 2008 at 9:46 am
no comment dah, rada ribet buat di generalisir…
September 9th, 2008 at 2:15 am
*balik lage*
oooww..ngomongin PsK..,mreka ada karna ada yg membutuhkan,sebenarnya lebih kepada “moral” sajah,..
September 9th, 2008 at 2:59 am
kirain PSK itu sama dengan pekerja seni komersil
September 9th, 2008 at 11:14 am
klo masalah ini no komen dah
September 9th, 2008 at 8:45 am
siapapun mereka….. argh, aku masih bisa menghargai mereka, cuman ga perlu menjadi PSK aja… mending yang terselubung…
September 9th, 2008 at 2:58 pm
oh kupu-kupu malam… sayapmu indah tapi rapuh. Apalagi saat waktu kemudian menebas tulang-tulangmu dan memerangkapmu dalam kepompong kenistaan. Padahal sayapmu itu mengepak untuk makan anak-anak dan ibu tua mu yang ditinggal lelaki tak bertanggungjawab..
September 9th, 2008 at 8:43 pm
Yuk..
September 10th, 2008 at 7:55 am
Bang… Kalau misalnya ditanya, lebih halus mana kata perempuan atau wanita, milih yang mana?
Hehehehe… PSK kek… WTS kek… (maaf)Lonte kek… (maaf lagi)Perek kek… tetep aja kaum hawa yang terjun di dunia komersial dengan menjual “jasa kepuasan” ini, tetap harus dihargai… Kalo ga ada mereka, kaum hawa ‘terhormat’ lain pasti repot ngeladenin 1001 (baca:berbagai macam) gaya ‘bercinta’ nakal yang diinginkan lelaki/pria! hahaha… sudut pandang yang aneh?
mungkin… 
Bagaimana dengan “AYAM KAMPUS”, Bang?
September 27th, 2008 at 11:32 pm
hajarrrrrrrrrrrrr……ndang maradat ti…..
December 27th, 2008 at 3:05 pm
tidak boleh menghina orang lain meski mereka PSK.
Tak ada satu wanita yang pengen dilahirkan sebagai PSK
Intinya “JANGAN MENGHAKIMI”
Banyak ce yang terkesan terhormat yang bukan PSK tapi sebenernya malah MELACURKAN DIRI dan ada JUGA YANG MENYEBUT DIRINYA BORUNI RAJA.
08123533439
January 5th, 2009 at 7:17 am
Mau-mau,jadi Pelanggan Orang itu baah,,Namanyaa Jugaaa,Mau gilaa ya Nga!!Ngaa,,Enaak Lhooo Gituuaaan,Berat diduitnyaa Gitu Lhooo,
Mauuu dooooong,,,,,,,,
March 20th, 2009 at 12:03 am
ohh…psk…engkau dibutuhkan, tapi engkau pula yang dinistakan….
disatu sisi engkau pahlawan…disisi lain engkau pula pecundang….
keberadaanmu…melengkapi makna kehidupan…didunia yang fana ini…..
April 11th, 2009 at 8:11 am
btw, arti PSK itu apa ce…?
November 25th, 2009 at 7:18 am
buat para pengunjung pekerja seks ini bila merasakan jenuh dan aku akan berusaha mencarikan solusinya agar bisa saling berkomunikasi serta saling bertukar pengalaman tentang cara bermain cinta,silakan hub/sms ke 08988531058
December 2nd, 2009 at 7:49 pm
mereka senang, pekerjaannya dapat amal yaitu “menyenangkan ” orang lain, di samping itu juga dapat duit. Siapa yang nggak kepingin?
December 28th, 2009 at 3:47 am
pelacuran adalah perbudakan trhadap perempuan, pelacuran lahir dari banyak faktor, sistem patriarki msyarakat, kebijakan, ekonomi, pendidikan. tak penting sebuah istilah PSK ato lainnya, tp bhwa mreka ada, adalah fenomena. dan ini adalh mslah kita, yg sharusx diselesaikan, sberapa bsar hal yg dilakukan oleh pemerintah? oleh kita? dari sekedar mencaci???
February 14th, 2010 at 8:07 am
PSK itu hanya sekedar istilah bahasa, coba mengertilah apa sebenarnya yang terjadi di sana. Faktor ekonomi itu alasan utama, apapun, siapapun kalau sudah terdesak pasti berbuat nekat termasuk calon PSK. Kalau menurutku kita tidak bisa menilai secara sepihak bahwa PSK itu tidak baik. Dari sisi mana? Kalau dia melacurkan diri untuk menyambung hidup Anak dan keluarganya….? Saya rasa dia akan merasa dihargai dalam lingkup keluarga…dia akan menjadi pahlawan bagi keluarganya….dia hebat, dia berkorban jiwa raga sekedar untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kalau anda berhati baik, sungguh mulai jika anda bisa masuk dalam kehidupannya dan memberikan jalan untuk bisa memecahkan masalah, misalnya memberikan pekerjaan yang layak yg bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Syukur-syukur anda orang mampu dan menikahi dia serta memberikan modal usaha halal…. saya ajungi jempol.