Dahulu bila ada mengadakan pesta perkawinan atau mangadati, horja: seperti pesta mangongkal holi ni orangtua, pesta tambak, tugu, mangompoi jabu selalu memakai sarana pudun-pudun yang terbuat dari bahan tikar serta dipintal sedemikian rupa sehingga setiap simpul menunjukkan berapa hari lagi pesta akan berlangsung (hari H)
Kata Gokhon berasal dari kata GOK dengan diberi akhiran -hon menjadi GOKHON yang berarti penihkan (i).
Dengan pengertian agar para undangan datang berbondong-bondong memasuki pesta atau hajatan yang diadakan Hasuhuton tersebut.
Pesta dimaklumi bahwa akhiran -hon yang dalam bahasa Batak Maninggoring, tetapi yang ada hanya akhiran -hon yang dalam bahasa Indonesia berfungsi akhiran -kan.
Dapat kita perhatikan seperti beberapa kata dibawah ini:
Memang di daerah Toba Holbung jika seseorang hendak mengadakan pesta atau hajatan (horja) kira-kira dua tiga minggu sebelum pesta sudah dibunyikan gong (ogung) beberapa kali mengitari kampung-kampung yang berdekatan di kampung Hasuhuton.
Pemukul Gong tersebut sambil meneriakkan akan ada pesta pada hari… Tgl… di rumah bapak… Hal ini perlu dilakukan supaya pada hari itu kampung tetangga atau sekampung itu tidak ada mengadakan pesta. Ada baiknya kita perhatikan sebagian dari kata-kata dibawah ini:
Sering kita mendengar bahasa lisan dari raja panungkun (bertanya) “Gokhon Sipaimaon, jou-jou Sialusan. Nungga ro hami Manggohi…..” kata Gongkhon di bahasa lisankan dengan lafal “gokkon”.
Sesuai dengan lafalnya itulah dituliskan dalam undangan seperti Gokkon Dohot Jou-jou.
Mungkin yang bersangkutan memahami bahasa Indonesia, demikian lafal demikian juga penulisannya. tetapi inilah ketidakkonsistennyasebagai penulis-penulis orang Batak.
Seharusnya dituliskan “Gonghon Dohot Jao-jou” dan dibaca “Gokkon Dohot Jou-jou”
Undangan yang dituliskan dengan “Gokkon Dohot Jou-jou” tidak benar dan baik ditinjau dari kaidah bahasa batak Maninggoring, karena tidak ada akhiran -kon dalam bahasa Batak dan juga dipengaruhi bahasa Indonesia. Tetapi bila dituliskan dengan “Gonghon Dohot Jou-jou” mungkin dapat diterima sebagai konsistensi bahasa Batak.
Undangan yang ditulis dengan “Gokhon Dohot Jou-jou” dengan dilafalkan “Gokkon Dohot Jou-jou” ini benar dan baik karena akhiran Hon ada dalam bahasa batak yang berarti akhiran Kan dalam bahasa Indonesia.
kata Gokhon bermakna agar supaya para undangan rela datang memasuki tempat pesta itu.







Recent Comments