Sekelumit ChitChat di Chat Room Batam 7 yg dipindah ke Facebook… dan di pindah lagi kesini ..
Continue reading »
Sebuah Ratapan cinta dari Batak Karo (birang-birang) tertulis di dalam sebuah bambu (turak).
Artifak ini telah diterjemahkan oleh Uli Kozok yang digambarkan sebagai salah satu “standar penulisan Batak Karo.” Continue reading »
Perkembangan budaya tradisional Nusantara mengalami tantangan yang semakin kompetitif dari budaya-budaya negara lain. Hal ini merupakan indikasi diperlukannya suatu terobosan inovatif untuk mendongkrak kembali nilai-nilai budaya tradisional yang terpuruk ke tempat yang lebih layak dalam pandangan masyarakat modern. Continue reading »
Huta atau kampung di daerah komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. Continue reading »
Ditengah arus budaya global yang terus mengkristal sebagai budaya populer, uning-uningan kesenian tradisional Batak Toba mencoba tetap bertahan. Eksistensinya kini bisa dihitung dengan jari karena masih ada segelintir orang yang teguh mempertahankan seni tradisi ini. Continue reading »
Menyinggung tentang penamaan “Batak”, apakah penyebutan nama itu adalah asli dari orang Batak atau justru penamaan dari luar?
Hingga kini nama tersebut belum ditemukan dari mana asal usulnya. Continue reading »
Yang pasti Kesepian juga melewati taon baru ini tanpa keluarga disini.
saya sedih melewati Malam Taon Baru tanpa orang yang aku sayangi, kasihi dan banggakan bersamaku. Continue reading »
Mudah-mudahan dengan mendengarkan lagu2 batak ini bisa menambah Kecintaan kita kepada Bahasa Batak dan menambah perbendaharaan kosakata Bahasa Batak kita semua. Continue reading »
Barita tradisi na mistik – Katanya oppung, songon on ma ceritana na jolo – Raja Bona ni Onan tuanboruna [ istrinya ] boru Pasaribu. Mereka mempunyai seorang putri yang mempunyai cacad sumbing.
Raja Bona ni Onan tidak merasa bahagia, senang dan suka atas putrinya yang mempunyai cacad sumbing itu, sehingga ia meninggalkan istrinya boru Pasaribu bersama putrinya dan pergi ke daerah lain disekitar Tapanuli. Continue reading »
Di buku Sejarah Batak, Saruksuk tercantum sebagai generasi ke-8 dari si Raja Batak. Di buku Pustaha Batak tercantum sebagai generasi ke-10.
Di buku Tarombo Borbor Marsada , Saruksuk adalah generasi ke-5 dari si Raja Batak, anak ke-10 si Raja Borbor Continue reading »





Recent Comments