#LATAR BELAKANG
Complicated
Dilatarbelakangi oleh maraknya kasus percintaan yang semakin rumit dan tidak terkendali, saya mencoba menganalisis kasus ini dan menyuntikkan sedikit logika kedalamnya walaupun saya tau, Agnes mo nikah bilang “Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika”.
Fenomena Paradoxal
Selain itu, begitu banyak teori, puisi dan tulisan-tulisan tentang cinta yang menggugah hati, membuat melayang-layang, menangis tersedu-sedu dan lain sebagainya, yang sesungguhnya berasal dari sudut yang berlawanan dan berjauhan sejauh utara ke selatan TETAPI sama-sama bisa dinilai benar oleh para “penikmat cinta”. Oleh karena itu saya tidak ingin membuat teori lagi tentang cinta karena setiap orang punya teori sendiri dan menghidupkannya sendiri.
Maka secara umum saya mendefinisikan cinta sebagai sebuah rasa yang timbul antara sepasang kekasih (dalam kasus ini pria dan wanita). Rasa apa? Bebas..! Tergantung lidah siapa yang merasakan. Bukankah begitu?? J Setuju? Kalau tidak nanti kita diskusikan dalam rapat.
Sepanjang Abad
Tulisan ini dibuat “seadanya” sesuai pengamatan yang tersedia seadanya, bukan karena saya sudah terlalu ahli dan terlalu berpengalaman untuk kasus ini, tetapi karena saya tertarik untuk mengamati dan mengobservasinya karena kasus seperti ini tampaknya tak pernah lekang oleh waktu.. hihihihi
# STATISTIK BERTANYA: “WHY ME?”
Kenapa dari sudut pandang statistik? Karena sejauh ini masih kacamata itu yang saya punya.. Saya hanya mencoba menghasilkan sesuatu yang belum ada dengan menggunakan sesuatu yang sudah ada. Yaaahh… apa adanya sajalah… “seadanya saja”.. tak usah dipaksa.. ![]()
Besides, ada beberapa sifat-sifat yang saya sukai dari statistik sejauh saya mengenalnya dan menghabiskan waktu bermain-main dengannya sampai detik ini..
- Statistik lebih suka berbicara fakta.. Jadi statistik itu realistis..
- Statistik selalu menyediakan ruang “sekian” persen untuk disebut “Error” artinya “Yah, mungkin aku salah”. Jadi statistik tidak egois dan keras kepala.. ![]()
- Statistik mau BELAJAR dari masa lalu.. Jadi aku pikir statistik itu cukup bijaksana mengambil keputusan dan bisa dijadikan teman hidup..
- Statistik bisa sedikit banyak meramal dan menaksir masa depan… Jadi, bisa melangkah lebih percaya diri… ![]()
- Statistik tidak pemilih. Dia bisa digunakan kemana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja… jadi statistik itu tidak sombong tapi rendah hati…
- Mau menambahkan? Silahkan.. ruang pertumbuhan selalu tersedia.. ![]()
Kasus 1
Seorang pria mengeluarkan sebuah hipotesis yang berbunyi “Aku cinta padamu”. Si wanita sebagai peneliti ingin membuktikan kebenarannya berdasarkan data (fakta) yang tersedia, sebagai pertimbangan apakah hipotesis tersebut akan ditolak atau diterima..
Beberapa pertanyaan klasik:
1. Alat uji apa yang akan digunakan?
2. Metode analisis apa yang cocok?
3. Skala data, nominal, ordinal atau likert , or?
4. Sampel? Berapa banyak? Metode sampling?
5. Questionairre design? (with FGD or depth interview)
6. Uji reliabilitas dan Validitas Questionairre dan uji2 lainnya?
7. Bagaimana dengan analisis faktor untuk mencari variabel-variabel bebasnya?
8. Dll (lanjutkan!)
Dear Friends…. What do u think about this project? Is it possible? (sure)
Wanna share some ideas?
Please kindly put a comment below…
Let’s make it fun fun fun………… ![]()
_____________________
Penulis: Onita Situmorang







