Pengembangan Social Network antara lain Facebook, Twitter, dll telah menjadi sangat ramai akhir-akhir ini, sehingga membuat satu tugas yg berat untuk mengabaikan keberadaan dari bermacam-macam jejaring sosial ini atau memisahkannya dari hidup kita sehari-hari.
Keberadaan beberapa jejaring sosial ini telah bercampur dengan berbagai aspek didalam kehidupan kita masing-masing, baik melalui media ruang online maupun offline dan hal tersebut yang paling berpengaruh dalam keseharian berkarir disetiap pekerjaan.
Lalu Bagaimana pekerjaan dan media sosial network itu bisa harmonis?
Sedikitnya di sini ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa pekerjaan sangat berpengaruh dalam berbagai situs jejaring sosial.
Jejaring sosial telah hadir dalam berbagai dunia para pencari kerja (Recruitment jobs) dan kini para Human Resources Departement (HRD) sudah seharusnya mengetahui seluk-beluk dari berbagai macam jejaring sosial yang telah ada.
Sebab selain sebagai menambah pertemanan, mereka juga dapat menggunakan media sosial ini untuk mendukung pekerjaannya, sebagai contoh antara lain: mengiklankan beberapa lowongan pekerjaan termasuk informasi Beasiswa di dalam dan luar negeri, melakukan cek keberadaan atau latar belakang dari para pencari pekerjaan didalam resume yg mereka lampirkan/kirim melalui media sosial tersebut.
Seorang yang bekerja sebagai HRD, akan lebih ringan dalam melakukan pekerjaannya, sebab melalui Facebook mereka dapat juga melihat langsung profile dari pelamar yang memberikan resumenya.
Antara lain, keseharian atau kebiasaannya dan dengan cara seperti itu setidaknya meringankan tugas HRD untuk mengetahui/memilih siapakah yang pantas bekerja di perusahaan yang ditawarkan.
Melihat perkembangan ini, seorang pencari kerja (job seeker) atau siapa saja yang mempunyai keinginan untuk meningkatkan/mendapatkan Karir yang lebih bagus dari yang sebelumnya, sudah seharusnya lebih berhati-hati dalam memanfaatkan media sosial ini, sebab anda tidak akan tahu siapa yang telah membaca atau melihatnya ![]()
Saat ini, para pemakai (user) Internet yang ada di negara Indonesia telah mencapai kurang lebih 45 juta orang, dan lebih dari 6 juta orang telah menggunakan Facebook. Dan kebanyakan dari mereka adalah karyawan.
Bahkan bukan hal yang baru lagi kali ya, ketika sesampainya dikantor halaman pertama yang anda akses adalah Facebook, (termasuk saya
) sehingga para pemilik perusahaan merasa perlu memberlakukan kebijakan agar aktivitas setiap karyawan tidak merugikan dan merusak citra perusahaan dan juga sebaliknya.
Sebab dengan adanya kehadiran karyawan didalam situs jejaring Facebook kadang tidak menyadari dengan apa yang telah mereka publish karena secara tidak langsung dapat mempengaruhi citra/gambaran perusahan dimana mereka bekerja saat itu.
Sehingga pada akhirnya beberapa perusahaan sudah memulai memberlakukan suatu kebijakan resmi untuk mengurangi aktivitas setiap karyawan didalam situs jejaring sosial.
Dengan maraknya kemunculan beberapa situs jejaring sosial di internet secara tidak langsung membuat munculnya berbagai macam profesi baru.
Sebagai contoh, sekarang beberapa perusahaan sudah mempunyai/memiliki jabatan sebagai Head of Social Media, atau Social Media Manager, atau Social Media Community Manager.
Dan salah satu Job Descriptionnya adalah untuk mengatur dan mengkontrol aktivitas perusahaan serta meningkatkan citra perusahaan didalam media sosial tersebut.
Kualifikasi orang yg berada diposisi tersebut juga bukan sembarangan dan cenderung “aneh”, sebab kualifikasi posisi tersebut tidak akan kita temukan dalam sebuah iklan lowongan pekerjaan yg pernah dimuat di setiap media…. (Apakah di perusahaan anda memiliki orang seperti itu?
)
Dalam beberapa posisi, terutama yang berhubungan dengan tugas seorang Marketing Communications akan terlihat suatu pergeseran dalam job descriptionnya.
Sebagai contoh, karyawan ini bekerja dibagian Akuntansi dan gara-gara dia sering aktif di salah satu jejaring sosial yaitu Twitter, akhirnya perusahaan memindahkan posisinya ke bagian Marketing. Sebab kebanyakan rata-rata orang yg berada di posisi Marketing adalah orang-orang yang harus pintar bersosialisasi.
Nah..begitulah kira-kira gambaran dari hubungan yang harmonis itu, dan jika ada yg mau menambahkan dipersilahkan… ![]()
Facebook Comments
One Response to “Hubungan Yang Harmonis Antara Karir dan Jejaring Sosial”








Pertama koment, Boleh artikelnya. Bagi2 link boleh gak???