Cari jodoh secara konvensional terutama lewat keluarga hingga kini memang masih dominan di beberapa tempat, sehingga terkesan kedua pasangan tinggal ’terima jadi’. Ada kalanya memang kebetulan akhirnya sama-sama cinta, atau bahkan sebaliknya. Namun, karena sudah dijodohkan, maka biasanya kedua pasangan menerima pasrah.

Banyak yang percaya, jodoh di tangan Tuhan. Tetapi, ada juga yang meyakini bahwa mendapatkan jodoh ibarat sebuah kebetulan yang menyenangkan. Nah, pada zaman di mana teknologi makin modern, internet dengan segala kecanggihan memberi kemungkinan tak terbatas untuk menemukan kebetulan tersebut, belakangan ini mak comblang di dunia maya melahirkan jasa layanan dating service. Konsep yang ditawarkan umumnya adalah online dating, professional dating, dan single club. Dari mulai yang gratisan, sampai yang harus membayar mahal, dilakoni untuk mendapatkan jodoh.

Jasa online dating, umumnya lewat situs internet seperti match.com, shaadi.com, Ngedate.com, hingga jodohonline.com. Pencarian lewat internet ini dinilai wajar di tengah masyarakat yang semakin individualis.

Misal sebagai contoh seorang wanita/pria yang bekerja dari pukul delapan pagi hingga enam sore, dan baru tiba di rumah pukul delapan malam. Pasti akan terlalu lelah dan tidak punya banyak waktu bersosialisasi, karena besok sudah harus bekerja lagi. Sementara di akhir pekan, waktu mereka akan tersita untuk menemani ibu belanja, mendengarkan curhat teman, kursus bahasa untuk menambah kompetensi, dan sebagainya. Alternatif pilihan yang paling fleksibel adalah via internet. Di sana mereka lebih leluasa bersosialisasi sehingga kesempatan menemukan jodoh lebih besar.

Fenomena seperti itu ditangkap sebagai peluang oleh pengelola jasa perjodohan. Berhubung mereka lebih mementingkan karier. Saat usia 25 tahun ke atas, sukses telah di genggaman, mereka pun lebih selektif memilih pasangan. Dan pada fase ini, ruang lingkup sosial mereka juga telah menurun. Semakin sedikit teman yang masih single, waktu kebanyakan dihabiskan di tempat kerja, dan akhirnya saat mereka sadar harus berumah tangga, mencari pasangan yang ideal menjadi sulit. Inilah realitas yang terjadi saat ini, yang menjadikan saya tertarik membuka dating service exclusive seperti ini.

Umumnya, dating service menawarkan kencan buta. Bagi yang tertarik, cukup mendaftarkan diri, menyebut identitas lengkap, termasuk lokasi dan waktu luang untuk kencan buta. Selanjutnya, situs tersebut akan memprosesnya. Jika sudah menemukan pasangan yang nilainya pas, jadwal kencan buta pun akan diatur. Hanya saja, kencan lewat online ini juga punya “jebakan” seperti soal usia, berat badan, jenis rambut, dan status perkawinan. :D

Untuk memberi jaminan keamanan, biasanya para pengelola jasa perjodohan biasanya yang beroperasi di beberapa kota besar, akan membuka keanggotaan lewat situs mereka, juga mengecek ulang data personal yang diberikan kliennya. Dan Bila sudah bercerai, mereka juga meminta foto kopi akta cerainya… Ribet juga yah :D

Untuk menjamin kesuksesan, biasanya para penyedia layanan ini akan menyiapkan dating consultant bagi anggotanya, sehingga masing-masing dapat menunjukkan kriteria pasangan yang mereka harapkan. “Proses match maker tidak hanya berdasarkan data, tetapi menggunakan berbagai dimensi, dari mulai penampilan, personality, hingga background.

Maju Mundur

Pencarian jodoh lewat jasa layanan ini pada kenyataannya cukup berhasil mempertemukan banyak pasangan. Contohnya beberapa teman saya yang menikah Februari 2008 lalu. Saat usianya memasuki 30 tahun. Saat itu dapat forward SMS dari teman tentang layanan jasa ini. Lalu setelah mengkonfirmasi ulang, biasanya mereka akan bikin janji untuk ketemu dengan salah satu dating consultant-nya.

Pada kenyataannya, tidak semua yang mengikuti program layanan ini pasti menemukan jodohnya. Mengingat para penyedia layanan ini adalah dating service, bukan human factory yang mampu menciptakan pasangan-pasangan ideal untuk mereka. Dan Hal seperti ini merupakan salah satu hal yang harus dipahami sebelum join menjadi member.

Sesungguhnya, konsep perjodohan dengan menggunakan jasa orang lain sudah berlaku sejak zaman dahulu. Bahkan sampai sekarang, di kalangan masyarakat Betawi dikenal istilah ngedelengin, yaitu masa pendekatan dan penelaahan terhadap seorang gadis sebelum menikah. Tugas ngedelengin itu dipercayakan kepada orang ketiga yang disebut mak comblang.

“Memang, sebagian masyarakat masih menganggap jodoh itu pasti datang sendiri, tidak perlu mencari-cari sampai lewat biro iklan segala. Tetapi, yang terpenting sebenarnya bukan pada cara pencariannya, melainkan proses seleksi pasangan. Bagaimana menyikapi setelah perkenalan itu. :D

Kini, jasa mak comblang tetap diminati, meski telah berubah wujud. Di media massa, contohnya rubrik kontak jodoh di harian Kompas sudah ada sejak dulu dan tetap ramai peminat sampai sekarang. Televisi pun ikut menjadikan “pencarian jodoh” sebagai lahan. SCTV, misalnya, punya program reality show berjudul Kontak Jodoh (setiap Sabtu) dan Mak Comblang (setiap Kamis) sejak dua tahun lalu hingga kini.

Kata orang sudah jodoh, pasti tidak akan ke mana-mana. Masalahnya, jika jodoh tak kunjung datang, masihkah Anda hanya diam melanjutkan penantian sambil terus bermimpi ? :)) :p

Pesan Layanan Masyarakat ini dipersembahkan oleh
Kencan Ngedate

Konstribusi: www.antara.co.id

Facebook Comments

16 Responses to “Mak Comblang di Dunia Maya”

  1. wah.. lagi cari jodoh y prah… hehehe…

    lebih baik cari jodohnya disini:

    http://www.jodohkristen.com/

    seiman gitu loh… :p

  2. Nana Simarmata says:

    ceritanya lagi cari jodoh ya…..
    hhhmmmm…..baiklah


    baiklah apa maksudnya..? :p

  3. Jodoh memang ditangan Tuhan, tapi harus ada usaha dong dari kitanya, emangnya Tuhan kirim jodoh ke alamat kita, hihihihihi. Biro jodoh adalah salah satu media untuk saling mempertemukan kedua belah pihak, siapa tau berjodoh, yah sah sah aja, selama tidak ada paksaan. Yang susah ketika ada yang dipaksa kawin, nahh ini dia, seperti jaman Siti Nurbaya, tapi moga moga dijaman sekarang, gak ada lagi yah. Eh ngomong, Tulang manik udah ada jodohnya belum? hihhihihi ditunggu ya undangannya tulang :)


    oaalaaa…:)) buntut2nya nanya jodoh pulak :p

  4. Lah kemaren ampara bilang ama aku jangan lupa mangoli. Sekarang kayaknya ampara neh yang udah ngebet mau mangoli :D


    yeeee…sapa jg yg mau mangoli :p masih ABG gini pun

  5. wah… pasti komentar saya dikirain spam oleh wordpress

  6. klo yang mau nyari jodoh, cari aja di adultfriendfinder.com/

  7. Cari jodoh memang gampang-gampang susah…
    Bisa ketemu dengan tiba-tiba dan ternyata jodoh…
    Sudah dikejar bertahun-tahun, ternyata jadi milik orang lain…

  8. Nana Simarmata says:

    baiklah…agar jodohnya segera ditemukan ….gt bang

  9. @the gands:
    keknya sudah daftar disana yah? ;)) ada hasilnya gak? :D

    @sapimoto:
    Aduh pak, koq sama seh pengalaman kita :D

    @Nana Simarmata:
    oh gitu yah..?? lalu skrg udah ditemukan lom? :p

  10. aku dah punya kok. jadi gak perlu daftar kesana. lagian gambarnya syur-syur abies… mungkin dah “bolong” kurasa 123-nya….

  11. jadi inget temen yang jadian di inet … :D


    kapan nyusul, mas..??

  12. Nana Simarmata says:

    loh kok malah nanya si abang ini…aku donk yg harusnya nanya…udah ketemu blom?…kalo udah kabar2 ya…hii..hii

  13. Jasa online dating mana aja yang udah tulang coba??
    Dapot do??? :D


    Coba..?? siapa rupanya yg coba?? si Ganda aja tanya…dia yg udah pernah coba.

    Lagian, itukan hanya alternatip…cem mananya?

  14. Emmhh aku ketemu cinta sejatiku di game online hihihi ……… lam kenal balik bang makasih dah mampir blog saya ^^

  15. hhmmsekarang banyak tuch situs jodoh2han sampe 2 acara tipi juga ada….
    baguuslah jika berhasil dan cucok heheh…

  16. sukma aditia says:

    hi…smua???gw jomblo tolong dong cariin gw cw???tpi yg terima gw adaapanya???hehehe:D gw sih g cri yg muluk2 yg pnting cntik,baek,g jutek,g sombong klo da hub gw d 02349168870 y??????

Leave a Reply