Opera Batak, sebuah genre teater Batak populer, yang dikembangkan dari sekitar 1925 dan seterusnya, yang terinspirasi oleh kelompok-kelompok teater Melayu dan dipopulerkan berkeliling di daerah Sumatera.

Pada tahun 1988 beberapa kelompok Opera Batak sedikit demi sedikit menghilang di Sumatera Utara dan umumnya berasal dari keterlibatannya dengan budaya Batak selama sekitar dua puluh tahun. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pemahaman dari daerah – dalam hal ini Batak dan sebuah identitas dalam konteks nasional Indonesia.

Adapun pendiri trend-setting Tilhang Opera Batak, atau Serindo, Tilhang Gultom, digunakan untuk memainkan nya tema tradisional dari sastra lisan (termasuk sejarah silsilah, legenda sejarah, dan kisah-kisah sensasional berasal dari artikel di koran), atau tema disesuaikan dari teks tertulis.
Para pemain dalam kelompok teater Serindo menggambarkan proses ini dan mengangkatnya ke pentas/panggung, untuk menunjukkan bahwa Tilhang Gultom tidak hanya “menemukan” cerita.

Teks-teks yang digunakan dalam pertunjukan itu tidak ditulis, namun kerangka dramatisnya diolah secara lisan dan menjelaskan kepada para pemain.
Dengan latar belakang pengetahuan umum, mereka para pemain berusaha berlatih drama itu dan disajikan di atas panggung sesuai dengan bentuk yang telah diberikan selama latihan, dan tentunya dengan beberapa improvisasi selama pertunjukan.

Bentuk dan pengembangan kinerja yang dramatis dari Opera Batak tertentu tetap sama keberadaanya dalam enam puluh tahun silam. Hanya figuran, lagu, tarian, dan kejenakaan di selingan antara segmen dari cerita utama – telah diubah seiring dengan isi dan gaya selama periode disaat ini.

Saat itu Opera Batak menjadi sangat populer di dekade pertama keberadaannya pada tahun1925-1935.
Para anggota kelompok Opera Batak berasal dari latar belakang pedesaan, dan sangat terikat dengan marga Batak mereka.
Opera Batak merupakan kelompok yang didukung dan dipengaruhi oleh intelektual perkotaan waktu itu – misalnya, melalui artikel mereka berkontribusi pada koran lokal.
Disamping itu pada awalnya, intelektual ini menekankan kepada identitas Batak dan perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan.

Disini disediakan salah satu contoh Opera Serindo berjudul “Guru Saman”
Opera_Serindo
Opera ini dapat di download disini: http://www.mediafire.com/?km0zw2zzmyn

Video Opera Batak – Si Mardan

Tio Pe Mual, sebuah judul lagu yang pernah dinyanyikan/dipopulerkan Zulkaidah Harahap sang Maestro Opera Batak, dicoba didendangkan oleh Citra Sianipar dengan menggunakan alat musik gitar.. Selamat mendengarkan

Facebook Comments

One Response to “Opera Batak adalah Teater Hidup”

  1. mau gabung sama-sama buat browser berbahasa batak:

    berdiri sendiri dengan BAHASA BATAK
    BROWSER ALA BATAK:
    BROWSER, DOMAIN. WEBSITE, BLOGSITE, EMAIL, MAKANYA KUMPULKAN DULU SEJARAH BATAK YANG BENAR BAIK PHOTO, FILM, SEJARAH, DOKUMEN, DATA BASED, PROGRAM,…ETC.

    AHLI PROGRAMMER…..
    AHLI SEJARAH….BUDAYA…EKONOMI….POLITIK…IDEOLOGI…SOSIAL…
    PERTAHANAN KEMAANAN …..PERJUDIAN….SEX….TEKNOLOGI…INI BARU TANTANGAN BESAR….
    CONTOH:

    http://www.gobatak.com

Leave a Reply