Produk tekstil indonesia memiliki harga yg sangat tinggi. Sekarang Amsterdam tertarik dgn karya tekstil batak yg berasal dari Sumatera Utara yg menarik perhatian seluruh dunia.
Seorang (org turunan Canadian-Belanda) Sandra Niessen, seorang mahasiswa terkenal bidang Anthropologi P.E.de Josselin de Jong Universitas Leiden, yg meneliti tentang Tekstil Batak di Sumatera Utara dan akan mengkoleksikannya ke seluruh dunia.

Penulis Motif dari Life in Toba Batak texts and textile dan Batak Slotch and Clothing, sebuah tradisional Indonesia yg dinamic berharap utk membawa keluar sebagai urutan ketiga tahun ini dalam penelitiannya. Dia membuat sebuah dokumentasi yg exstensive mengenai tekstil Batak, merupakan sebuah analisis design sejarah, yang mana penyalurannya di sekitar daerah Batak
dan menggunakan tehnik dalam pemproduksian.
Niessen mengharapkan akan digelarnya show “Woven Worlds” yg mengangkat koleksi Tekstil Batak yg bervariasi sejak 150 tahun yg lalu. Selama 2 thn belakangan ini di Tropenmuseum Amsterdam, yang masih berjalan sampai 2 Juli.

Pertunjukkan itu mensurvei tentang tehnik, penggunaan dan pengoleksian Pabrik Batak di Tropenmuseum, dan juga dilengkapi dgn koleksinya Niessen sendiri (The textiles inevitably reveal much about this weaving tradition: pre-colonial Batak life being steeped in magical and mystica thought) mungkin mereka menganggap kalau Batak tekstil itu sangat erat hubungannya dengan magic dan penuh misteri.

Mitosnya adalah, orang yg pertama menggunakannya apakah seorang tuhan yg tidak menikah (maksudnya debata), yg mana datang ke Laut dibawah dunia, dia(tuhan, debata) menciptakan bumi beserta isinya. Yang semuanya itu sangat bersangkut paut dgn mitos mengenai orang2 Batak dan tentang kultur sosial batak (mungkin maksudnya tentang terjadinya danau Toba dan tentang adat istiadat batak).
Puisi Batak yg karangan Sitor Situmorang menceritakan tentang mitos asli orang batak dan asal usul batak dalam “Woven Worlds” bulan Februari kemarin.
Di Tropenmuseum akan di setup secara kronologis. Nissen akan melanjutkan ini dalam Tradisional Batak dgn tema “Untuk Orang Batak” yg menceritakan tentang orang batak dari lahir sampai mati, dari kecil sampai makmur, dari permulaan tahun sampai akhir jaman.

Tekstil ini adalah tekstil yg semuanya mempergunakan tangan2 wanita, yang mendatangkan kontak dengan roh dunia. Yang terakhir adalah keberhasilan mereka dalam ekonomi dan siklus sosial.
Disamping itu mereka juga berhasil dalam usaha buah-buahan sebagai penghasilan mereka dan fashion mereka.
Selanjutnya, para tukang tenun berhasil menyesuaikan karya mereka kedalam kondisi ekonomi dan sosial yang baru. Demikianlah mereka berhasil mengubah buah2an dari perkakas tenun mereka menjadi barang2 mode dan perdagangan.

Menurut teks penjelasan Niessen, urutan ini mewakili dari sejarah koleksi Tropenmuseum: Yaitu dari masa sebelum penjajahan yang lampau (H.N. Van der Tuuk), melalui pengumpulan masa kejayaan pada permulaan dekade abad ke 20 (J.E. Jasper and T. Adam) menuju masa global sekarang ini dengan koleksi Sandra Niessen. “Saya sudah mencoba untuk membeli satu contoh dari setiap model yang ada. Tentu saja hal itu tidak mungkin dengan semua jenis model yang lama, dan mengenai ini koleksi saya dilengkapi oleh Koleksi Museum lama. Kata Niessen. Akan tetapi Niessen juga telah berhasil membuktikan kebenaran dari jenis model yang baru dan perkembangan dari nama mereka. Jadi mengenai ini, Koleksinya akan dikembalikan untuk melengkapi semua koleksi museum. Kebanyakan dari koleksinya diubah menjadi antik yang ia dapatkan selama masa pengerjaan ketika ia menuju pasar atau diwawancara oleh para tukan tenun. Adakalanya, sesuatu dapat ditawarkan kepadanya atau ia yang akan menawarkan untuk membeli sesuatu kepada para penenun.

Koleksi Niessen menunjukkan bagaimana para penenun perempuan Batak menyesuaikan diri mereka kedalam keadaan yang sekarang ini tanpa kehilangan sentuhan dari kemampuan yang turun temurun seperti yang ditunjukkan di dalam koleksi sejarah. Meskipun menggunakan bahan kimia dan kadang-kadang memakai benang emas dan perak, Industri tekstil batak modren masih menarik atau mendapat pujian yang luar biasa dari pengunjung museum dikarenakan oleh kemampuan menenun dan motif yang baik.

21.jpg

3.jpg

4.jpg

6.jpg

12.jpg

Artikel serupa juga telah di posting Sahat Nainggolan

Untuk mengetahui seluk beluk Ulos Batak, dapat dibaca di site TanoBatak pada halaman ini dan disini

Begitu juga boru Hutagaol menulis pegelaran ulos di Malaysia

Sumber:
tribaltextiles.info

indonesianembassy.org

thejakartapost.com

Special Thanks buat: bere Rimmeld Siregar, ito Bertha Siagian dan ito Mardiana Manik, atas terjemahannya :x

Facebook Comments

7 Responses to “Pakaian Batak dalam pertunjukan di Amsterdam”

  1. LusiNababan says:

    kerennn:d:x\:d/:-":)>-:">


    Keren apanya dek? :D ;))

  2. wiih,,, ULOSnya bagus2 banget.
    someday, rumahku jadi museum ULOS kyk gitu juga ban.
    i wish… :)


    boleh jg tuh iban :D

  3. batakasli says:

    Keren.,.,iconnya kali keren sama si Lusi


    bisa aja lae ini ;))

  4. Mardiana says:

    ehemmmmmmmm….bgs bgt ttg posting ULOS BATAK nya,,,

    kapan neh org BATAK ASLI yg menggelarkan karya Batak kita itu?…
    Masa orang luar yg menghargai karya kita, kita jg hrs maju donk ,,,bener gak?????????

    bang, pokoknya bgs deh ,,shaluttttttttttttttttt,,,


    Salut buat yg masih menghargai hasil kekayaan halak Batak..!! :D :)>-

  5. Kalau di tambah lagi sama Ulos batak ku, pasti lebih mantap pameran itu hihihi…gak ada ku lihat warna Hijau, Pink, Ungu atau warna lain di gambar Ulos itu, ku tambahin lah ya Tulang….;)):x


    Silahkan ito Senja :D
    aku juga lagi nyari gambar2 Ulos neh :P di send yah..

  6. Horas,…
    sian Tarutung

    bagak nai angka Ulos i fuang :-) Salut bah tu bangso tah angka Seniwan
    Batak on.
    Bisa gak Pemerintah membuat Museum dan Pameran begini di Indonesia
    /Tapanuli Utara untuk mendukung Program VIY 2008 dan juga menambah Devisa Huta nami on ?!
    Antar dibaen ma Museum tong di Tarutung on, asa maroan tu hutanami on, halak Donatur dan Turis. Buti ma!

    Mauliate.

    HCS Team Tarutung
    Hutabarat Consulting & Services
    http://www.hutabarat-consulting.webs.com

  7. horas…!

    tu akka dongan saluhutna, molo adong naeng mamesan ulos batak dan songket batak ,

    silahkan hubungi kami , datang ke gallery kami , atau kunjungi blog kami .

    kami akan berikan yang terbaik yang anad inginkan .

    mauliate

Leave a Reply