Pohon kehidupan jarang sekali disebut ketika guru menceritakan kisah penciptaan manusia dan kejatuhan manusia pada anak sekolah minggu. Pohon kehidupan juga jarang disebut para pengkotbah ketika berkotbah tentang penciptaan manusia dan kejatuhan manusia. Di dalam buku-buku Theologia pohon kehidupan juga jarang disebut apalagi dibahas secara luas. Di dalam Kekristenan, pohon kehidupan dianggap tidak penting dibandingkan dengan pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat. Sesungguhnya pohon kehidupan memegang peranan yang sangat penting, jauh lebih penting dibandingkan dengan pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat. Banyak kesalahan memahami ajaran sejati Alkitab terjadi karena tidak memahami peranan pohon kehidupan. Banyak perdebatan sia-sia dilakukan karena masing-masing pihak tidak memahami peranan pohon kehidupan. Banyak ajaran Alkitab yang selama ini dianggap sulit untuk dipahami menjadi mudah untuk dipahami ketika kita memahami peranan pohon kehidupan.

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:17

Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” Kejadian 3:22

Apa yang akan terjadi bila manusia makan buah pohon kehidupan? Manusia akan hidup selama-lamanya. Apa yang akan terjadi karena manusia tidak makan buah pohon kehidupan? Manusia tidak akan hidup selama-lamanya. Tidak hidup selama-lamanya berarti akan mati. Bukankah itu berarti sejak diciptakan manusia memiliki tubuh yang tidak kekal dan akan mati? Manusia baru akan hidup selama-lamanya setelah makan buah pohon kehidupan.

Apa yang akan terjadi bila manusia tidak makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Manusia tidak tahu tentang hal yang baik dan yang jahat. Apa yang akan terjadi bila manusia tidak tahu tentang hal yang baik dan yang jahat? Cepat atau lambat manusia akan mengetahuinya sendiri, dengan hidup selama-lamanya, manusia punya banyak waktu untuk mempelajarinya atau Allah akan mengajarkannya.

Apa yang terjadi ketika manusia makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat? Manusia akan mati! Manusia akan mati walaupun mengetahui hal yang baik dan jahat. Apa yang menyebabkan manusia akan mati? Karena makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat atau karena tidak makan buah pohon kehidupan? Kejadian 3:22 menyatakan karena belum makan buah pohon kehidupan.

Apakah Allah melarang manusia untuk makan buah pohon kehidupan? Tidak! Apakah Allah melarang manusia untuk makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat? Iya! Kenapa Adam dan Hawa justru memakan buah pohon yang dilarang namun tidak makan buah pohon yang tidak dilarang? Saya tidak tahu. Saya berjanji, bila masuk surga nanti dan bertemu dengan kedua beliau, saya akan
menanyakannya.

Apakah Adam dan Hawa tahu tentang hal yang baik dan yang jahat setelah makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat? Tidak! Tidak, apa buktinya? Buktinya? Silahkan baca sendiri, apa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa setelah memakan buah tersebut dan menghadapi pertanyaan Tuhan. Buktinya? Silahkan baca Alkitab sendiri, bukankah baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru menceritakan bagaimana Allah mengajarkan kepada manusia apa yang baik dan apa yang jahat itu? Tahu namun tidak tahu. Itulah yang terjadi pada manusia. Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu namun menyangka dirinya sudah tahu sehingga tidak mau mencari tahu. Itulah yang terjadi pada manusia.

Apakah Adam dan Hawa tahu tentang hal yang baik dan yang jahat setelah makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat? Tahu, namun yang diketahuinya hanya baik dan jahat yang fana, yang sementara, yang saat ini. Tahu, namun yang diketahuinya hanya baik dan jahat sesuai dengan standard yang ditentukannya sendiri. Ketika ditanya oleh Allah, Adam mengungkapkan pengetahuannya tentang yang baik dan yang jahat, namun yang menjadi standardnya adalah kebenarannya sendiri. Ketika ditanya oleh Allah, Hawa mengungkapkan pengetahuannya tentang yang baik dan yang jahat, namun yang menjadi standardnya adalah kebenarannya sendiri. Hal itu berlangsung hingga saat ini.

Selama bertahun-tahun saya bertanya-tanya, kenapa setelah makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat manusia tidak langsung mati? Teori paling logis yang saya yakini selama ini adalah, “karena Allah sudah menjatuhkan hukuman namun belum melakukan eksekusi”. Di dalam keyakinan tersebut, saya meyakini bahwa manusia mati karena dibunuh, dieksekusi oleh Allah. Tentu saja saya harus berdebat habis-habisan untuk mempertahankan keyakinan tersebut walaupun ada keraguan di dalam hati saya akan kebenaran teori tersebut karena ada beberapa pertanyaan yang tidak dapat saya jawab. Kenapa Allah menunda eksekusi? Atas dasar apa Allah menunda eksekusi? Untuk apa Allah menunda eksekusi? Sebagai seorang sarjana akuntansi yang mengagung-agungkan prinsip konsistensi, saya menganggap Allah tidak konsisten karena menunda eksekusi. Sebagai orang yang berpikiran jail saya menganggap Allah kurang adil dalam menepati kata-kataNya sendiri. Namun, setelah memahami makna pohon kehidupan, saya dapat lebih mengasihi Allah dengan akal budi saya.

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Kejadian 2:17

Sekarang saya memahami ayat tersebut dengan mudah, “pastilah engkau mati, muwth (müth ) muwth (müth). Manusia pasti mati bukan karena dieksekusi Allah, tetapi manusia pasti mati karena kodratnya yang fana. Adam dan Hawa tidak langsung mati bukan karena Allah menunda eksekusi dan memberi mereka kesempatan kedua, namun karena memang tidak ada eksekusi sehingga manusia pasti akan mati sesuai kodratnya yang fana.

Selama bertahun-tahun saya bertanya-tanya, “manusia berbuat dosa lalu kehilangan kekekalannya, namun ketika malaikat berbuat dosa kenapa tidak kehilangan kekekalannya? Kepada manusia, Allah memberi kesempatan kedua, namun kepada malaikat yang berdosa, tidak ada kesempatan lagi. Dosa malaikat dan dosa manusia sama yaitu ingin menjadi Allah, namun kenapa akibatnya berbeda?”

Selama ini saya mencoba meyakini, bahwa hal itu terjadi karena Allah lebih mengasihi manusia yang berdosa dibanding malaikat yang berdosa, karena manusia memiliki tubuh, Iblis tidak. Karena Allah berdaulat jadi bebas menentukan aturan main sesukaNya. Kembali dalam hal ini saya menilai Allah tidak konsisten. Setelah memahami peranan pohon kehidupan sekarang saya memahami bahwa Allah benar-benar konsisten dalam keadilanNya. Malaikat hidup selama-lamanya, manusia tidak. Ketika malaikat berdosa, maka dosanya kekal ketika manusia yang fana berdosa, dosanya fana, itu sebabnya manusia yang fana memiliki kesempatan kedua.

Selama bertahun-tahun saya mempelajari kisah penciptaan dan kejatuhan manusia karena keyakinan pada ajaran Musashi, seorang pendekar pedang yang paling sakti sepanjang sejarah Jepang yang mengajarkan “Ketika engkau tidak dapat mengalahkan musuh dengan semua jurusmu, maka berhentilah bertarung lalu mulailah bertarung seolah-olah itu adalah pertarungan baru.” Pengkotbah Indonesia yang paling saya hormati dalam kotbah-kotbahnya sering berkata, “Firman Allah itu bersifat progresif,” dosen yang paling saya hormati mengajarkan, “Yang paling penting adalah prinsip, penguasaan struktur dasar adalah jalan untuk memahami sebuah ilmu,” Sahabat kuliah saya setelah mendapat gelar Drs lalu kuliah untuk mendapatkan gelar Master of divinity Theologia, mungkin dia belum pernah membaca tulisan Musashi, namun jelas dia telah mempraktekkannya, itu sebabnya selain kuliah untuk Master of divinity Theolgia dia juga kuliah untuk meraih gelar Sarjana Theologia. Saya kembali ke Perjanjian Lama, kembali ke sejarah penciptaan dan kejatuhan manusia.

NB

Bung Stephen, saya menemukan kebenaran tentang pohon kehidupan ini ketika memeras otak untuk menulis komentar untuk tulisan anda. Anda layak mendapat kehormatan untuk menjadi orang yang pertama membaca tulisan saya ini, sebab karena hendak mengomentari tulisan andalah Allah membuka pikiran saya sehingga memahaminya.

By: hai hai bin YHWH

Share This Post:
  • Facebook
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Print
  • Digg
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • PDF

4 Responses to “Pohon Kehidupan – Misteri Kejatuhan Manusia”

  1. Ada manusia yg berhasil makan buah pohon kehidupan, dan mereka benar2 jadi kekal abadi dan berada di keadaan yg sama dg Allah.. Mereka para pencari seperti Nechiketa, Sidharta, Siti Jenar, Gandhi, dll. Jalan menuju pohon itu sangat berbahaya. Tp bukan tidak bisa dicapai. Ikuti saja petunjuk yg mereka tinggalkan..

    -salam-

  2. postingan yang bagus untuk didiskusikan,saya baru menemukannya..
    tanggapan saya:
    1. Tuhan pun memberi kesempatan kepada iblis untuk bertobat, anda bisa research bibel anda lebih lanjut akan fakta tersebut.Jadi Tuhan Maha adil n gak pilih kasih.pertanyaannya;apakah iblis akan bertobat?TENTU TIDAK.kenapa?anda tanya sendiri dengan yang bersangkutan.

    2. Pohon Kehidupan memang “tema” yang jarang dibahas secara detail didalam kristiani belakangan ini, dibanding yang dilakukan oleh Judaism,Kabalah,Hermestic,Hinduism,Gnosis,dan mistisisme atau oukltisme-okultisme lainnya. Tetapi Menurut saya pribadi setelah riset yang lumayan aneh maka saya menyimpulkan Pohon Kehidupan dalam Kristianiti telah direalisasikan dalam Yesus kristus sendiri.Karena siapa yang percaya dan melakukan firmanNya tidak akan mati,itu kata Dia sendiri loch.

    3. Mengapa Hawa dan Adam tidak makan buah dari Pohon Kehidupan?Jawabannya: Mengapa iblis tidak merayu(mengajarkan,mengarahkan) Hawa dan Adam untuk makan buah dari Pohon Kehidupan?.

    4. Dari poin ke-3 saya menarik kesimpulan secara pribadi lagi(bukan secara tafsiran teologis manapun),kesimpulan poin ke-3 adalah:
    a.iblis punya peran di Taman Eden tersebut,yaitu berbincang-bincang dengan Hawa dan Adam, mengarahkan,memberi masukan,mengajarkan mereka.
    b.saya curiga iblis sebenarnya ditugaskan oleh Tuhan untuk mengarah kan Hawa dan Adam untuk ke “Pohon Kehidupan” tersebut. Tetapi dia punya pemikiran lain tentang hal tersebut, entah apa.dan dia memutuskan “tidak melaksanakan tugas dari Tuhan”. (iblis melanggar perintah Tuhan pada kasus ini).
    c.hasil dari pelanggaran iblis adalah tentu dosa baginya dan juga dosa bagi Hawa dan Adam, karena akhirnya Hawa dan Adam melakukan pelanggaran juga karena “bimbingan sesat” dari “pembimbing” mereka. Hasilnya mereka bertiga dihukum(dikutuk).

    5. Mengapa Hawa dan Adam harus diusir dari Taman Eden sebelum mereka makan buah dari Pohon Kehidupan?, ya tentu saja masa “dua orang pelanggar perintah Tuhan” dibiarin Tuhan makan buah dari Pohon kehidupan yang entah bentuknya seperti apa itu. Sederhana saja, mereka berdua menjadi tidak layak makan “buah dari Pohon Kehidupan tersebut”. Kalau dibiarin makan tu buah problem jadi berabe maka Tuhan ambil keputusan yang Maha sangat baik di usir lah nenek dan kakek moyang kita itu.

    6. Bagaimanapun Tuhan tetap ingin “manusia” yang notabene keturunan Hawa dan Adam bisa menikmati buah dari Pohon Kehidupan itu. Nah karena ntu Dia dateng ke bumi dan lahir dikandang yang bau n mungkin banyak tikus n kotorannya,sarang laba-laba,kecoa etc. Kenapa? karena perlu satu manusia yang tidak berdosa untuk makan buah dari Pohon Kehidupan supaya karena “satu manusia” ini kutuk dan hukuman yang gak bakalan bisa “manusia biasa” bayar walau dikasih waktu unlimited bumi untuk berotasi, akhirnya bisa terlunasi oleh “Satu” orang ini. Kenapa bisa?karena Dia tidak berdosa dan taat, dia sukses menjadi “manusia” yang Tuhan inginkan.

    7. Karena fakta dari poin ke-6 maka sekarang “center” dari semua peradaban manusia sudah “berpindah” dari “Adam” ke “Yesus”.
    Before Yesus datang:
    (Adam)—->(Adam sendiri)(Yesus)<—-(manusia setelah Adam dan manusia setelah Yesus)

    8. Finale: Tuhan berhasil menyelamatkan manusia kembali.
    9. Lalu bagaimana dengan iblis?,,well i dunno, sepertinya dia kaga mau tobat, padahal Tuhan juga mengasihi dia..

  3. Saya pribadi beranggapan pada mulanya , manusia diciptakan dhikotomi , yaitu memiliki tubuh dan roh (pikiran dan hati). Belum ada jiwa (perasaan) , jiwa terbentuk setelah manusia memakan buah dari pohon pengetahuan. Efek samping buah pengetahuan ini adalah racun yg menyebabkan manusia umurnya tidak lebih dari 1.000 tahun. Adam hanya sampai 900 tahun ++ tidak sampai 1.000 tahun.
    Setelah memiliki ketiganya yaitu jiwa maka Allah berkata mereka menyerupai salah satu diantara kita tahu yg baik dan yang jahat.
    Saya yakin yg Allah maksud salah satu diantara kita adalah Allah Putra yaitu Tuhan Yesus Kristus.
    Kalau Adam dan hawa memakan buah kehidupan maka mereka akan hidup selama-lamanya.
    Tentu saja Allah tidak ingin ada manusia jahat yg hidup selama-lamanya.maka Adam dan hawa diusir dari pohon kehidupan dan taman eden.
    Jadi saat manusia di ciptakan belum serupa benar dengan Allah karena salah satu bagiannya belum ada apalagi menyerupai Allah.
    Saya yakin setelah mati tubuh kembali ketanah (debu) dan roh kembali kepada pemilikNya yaitu Allah.
    Maka yang tertinggal adalah Jiwa yang abu-abu ( yang baik dan yg jahat) yang di klaim iblis di siksa di alam maut baru kiamat di neraka selamanya.
    Oleh sebab itu Tuhan yesus menyediakan keduanya bahkan tiga yg dibutuhkan oleh jiwa yaitu roh yg baru ( dilahirkan kembali ) roh yang kekal dan tubuh yesus kristus yg kekal .kita juga mendapat jiwa yang kekal di surga dengan terus menjadi serupa dengannya dalam hal jiwa kita meneladani Nya( inilah yg membedakan kita masuk tingkat surga yg ke berapa?
    Semakin serupa semakin mendekati Allah dalam tingkatan surga kita nantinya) sebenarnya kita sudah tidak butuh buah kehidupan dari pohon kehidupan karena Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan jauh lebih baik dari apa yg bisa di berikan buah pohon kehidupan. Tapi Tuhan Yesus Kristus sangat baik kita di perbolehkan untuk mencicipi rasa buah kehidupan ini biar ga penasaran. Sama seperti hawa dan adam yg penasaran untuk mencicipi rasa buah dari pohon pengetahuan yg baik dan yg jahat.

    Jadi awalnya menggambar dari debu tanah yaitu daging=BASAR lalu nyawa =NEFESY. Kalau samapai disini aja jadilah monyet. Lalu ditambahkan roh = RUAKH. Sampai di sini jadi lah manusia adam dan hawa yang kekal karena roh menetap selamanya tapi tidak memiliki jiwa mereka hidup hingga waktu yg tak terkira di taman eden . jiwa = soul = buah pengetahuan yg baik dan yg jahat=dosa = maut( jadi abu-abu). Jadi buah yg berwarna abu-abu = jiwa yg abu – abu. Saat buah abu-abu dimakan maka terciptalah jiwa abu-abu dan jiwa abu-abu ini mengandung racun maut = kematian menjadi penyekat dan pemisah antara daging dengan roh yaitu mengakibatkan nyawa jadi pendek tidak lebih dari 1.000 tahun. Sehingga mengakibatkan daging kembali ke tanah dan roh kembali ke pemberinya. Dan nyawa jadi hilang atau habis yang tertinggal cuma jiwa yg abu-abu.
    Solusi :
    1. buah kehidupan dari pohon kehidupan . hanya menghilangkan racun mautnya aja sehingga hiduplah manusia abadi selamanya yang Cuma tau yang baik dan yang jahat tapi tidak tau yg benar. Jadi otomatis rohnya kembali ke pemiliknya. Jadi jadilah manusia yg hanya punya daging= BASAR, nyawa = NEFESY, jiwa =SOUL yang abu-abu. Tapi tidak punya roh =RUAKH. Jadi lah manusia yg terpisah dari Allah dan hidup selamanya . ini sangat parah karena manusia akan punya dua musuh yaitu Allah dan Iblis .
    2. maka di buatlah solusi kedua yaitu Tuhan Yesus Kristus yang sangat sempurna . yaitu memberikan tubuh baru yang kekal , nyawa yang kekal , roh yang kekal, jiwa yang benar yang kekal. Kehidupan kekal dan bergaul akrab kembali dengan Allah sampai kekal melebihi bisa di bilang 2 kali lipat dari pada awal penciptaan .+ eden baru yang kekal yaitu surga kekal. Bagi yg tidak terima solusi kedua maka akan berakhir di alam maut di jajah iblis karena Cuma tinggal jiwanya yg abu-abu dan terpisah dari Allah. Dan akan berakhir di neraka bersama penjajahnya si iblis walau pada awalnya adalah sekutu . karena sekutu mereka berakhir di tempat yg sama manusia dan iblis= ular waktu di taman eden adalah sekutu namun saat dikutuk Allah mereka jadi musuh ( ular= iblis akan makan debu tanah=manusia , sedangkan manusia kembali jadi debu tanah=mati asal manusia juga debu tanah). Mari kita jadi sekutu Allah agar bisa masuk surga.

  4. oh ya di hadapan Allah satu hari sama dengan seribu tahun , jadi Allah tidak berbohong saat ia mengatakan pada hari kamu memakannya ( buah pengetahuan yg baik dan yg jahat itu) maka kamu akan mati. sebelum adam dan hawa makan buah itu mereka hidup selamanya di taman eden sampai mereka makan buah itu umur mereka tidak sampai sehari di hadapan Allah = 1.000 tahun kita di bumi.umur adam dan hawa hanya sampai 900 tahunan lalu keturunaan mereka mulai berkurang umurnya jadi 800 tahun lau 600 tahun lalu 300 tahun lalu 120 tahun dan terus berkurang malah kebanyakan kita sekarang cuma sampai 60 tahun.

Leave a Reply