Zulkaidah Harahap, ratu Opera Batak pada era 1970-an, kini menyandarkan hidupnya dengan bejualan kacang dan tuak di pinggir jalan di Tiga Dolok, Siantar, Sumut. Dia juga menerima tunjangan Rp 1 juta per bulan dari Program Penghargaan Sang Maestro.

Tak banyak orang yang rela mempertaruhkan hidupnya dalam bidang seni dan berjaya sebagai duta bangsa.
Pasalnya, kerap beredar rumor profesi seniman tak bisa dijadikan sandaran hidup seseorang secara finansial. Hal itulah yang dialami Zulkaidah Harahap, sang ratu Opera Batak di era 70an.

Opera Batak asuhan Tilhang Gultom bisa dibilang tak jauh berbeda dengan opera keliling di Tanah Batak. Namun, grup tersebut akhirnya tak mampu bertahan di tengah kerasnya persaingan dunia hiburan. Terlebih, masyarakat kini lebih meminati sandiwara televisi maupun film layar lebar.

Perlahan tapi pasti, keberadaan Opera Batak kian terpuruk. Bahkan untuk menyambung hidup, Zulkaidah rela berjualan kacang di atas kapal ferry yang menuju Danau Toba. Tak hanya itu, ia juga berjualan tuak atau minuman keras khas Batak pada perhelatan adat.

Kendati demikian, jiwa seni yang mengalir di darah Zulkaidah tak lantas hilang. Dalam sebuah perhelatan adat, ia menjual tuak sambil meniupkan seruling dan bernyanyi. Tak disangka, pertunjukan Zulkaidah memukau seluruh tamu dalam pesta, tak terkecuali seorang dosen Etnomusikologi Universitas Sumatra Utara, Rizaldi Siagian.

Sang dosen yang kagum lalu mengajak perempuan itu ikut dalam rombongan misi kesenian Indonesia. Zulkaidah pun bertolak ke tujuh negara bagian di Amerika. Setelah itu, ia kembali berjualan tuak di tenda biru di Jalan Tiga Dolok Siantar.

Kini, Zulkaidah sedikit berlega hati. Pasalnya, ia menerima penghargaan atas jasanya sebagai seniman yang pernah mengharumkan nama bangsa. Melalui Program Penghargaan Sang Maestro, Zulkaidah mendapat tunjangan sebesar Rp 1 juta per bulan. Tapi, dengan syarat ia harus membina bibit seniman muda. Ia berharap keputusan itu tak hanya berjalan di tahun ini saja.

Apakah Kesenian dan adat Budaya Batak akan berakhir dengan cara seperti ini..??  :-??

Konstribusi:
Liputan6.com

Facebook Comments

50 Responses to “Sang Ratu Opera Batak Kini Jualan Kacang”

  1. Semoga Kesenian dan Adat Budaya Batak bisa bertahan dan tetap lestari, walaupun sulit bersaing dengan yang lain, tetapi semoga saja. Mantap lang, kebetulan kemarin nonton acara ini, dapat sms dari teman untuk menonton acara ini di Liputan6.

  2. Sungguh prihatin membaca nasib Zulkaidah dan adat budaya kita,.. ga hanya adat budaya batak saja bang,… di minang pun perlahan2 adat budaya mulai “ga” di gemari…. :(

  3. Maju terus Namboru Zulkaidah Harahap (aku kan bor-bor juga ) tunjukkan klo kesenian batak itu bisa bertahan,,,

  4. wah, baru aja 15 menit lalu ke liputan6 baca ttg ini hehhe

    orang batak, perempuannya memang pekerja keras ya. mereka lebih suka mengangkat batu drpd jd pengemis.

    eh marga dosennya sama dg marga-ku tuh hihihi

  5. Cerah ceria says:

    Kalau soal seni Batak-nya mulai ditinggalkan oleh komunitas nya, itu udah sejarah Dunia, sejarah semua Budaya di komunitas mana pun,

    Satu sisi, kalau kita terus ikut seni jaman generasi dulu, lalu apa, kreativitas generasi sekarang, contoh nya lagu2 yg di aransemen oleh Viky Sianipar, ada orang yg bilang dia merusak lagu Aslinya, ada yg bilang karena di ubah, generasi muda jd mau ikut dengar.

    Kita Ingat aza satu hal, kalau memang Budaya itu bisa menghasilkan sesuatu yg bisa dinikmati orang banyak dan mendatangkan kebaikan, maka budaya itu akan bertahan dan berkembang.

    Soal Artis jadi tukang jual tuak, itu fenomena kehidupan, kl pada jaman jayanya dia bisa menabung dan mengatur ke uangannya, maka tidak akan jd tukang jualan Tuak, tapi yg banyak saya perhatikan ketika mereka show ke luar negeri mereka beli oleh2 buat tondong, yg menjadi sumber kesombongan, dan menghabiskan uangnya. Contoh show di jepang, pulang dari sana beli “Kimono” buat mama, Istri atau siapa lah… ini kan udah gak wajar… ini yg terjadi.

    Kedepannya pintar2 lah menghargai yg ada, !. Samalah dengan orang2 yg kerja di luar negeri sekarang, bersombong ria, kirim oleh2 buat Tulang , amangboru , tante , bere ito, sude ma na tinandana, holan paboahon sehat2 do di jepang ……tapi habis lah uang sekian banyak… begitu pulang gigit jari..cuma bertahan 1-2 thn .

    Pergunakan Contah ito boru Harahap ini, jgn sampai terulang buat diri kita. Aku yakin dia pernah menikmati kemewahan dan kecukupan, hanya gak bisa bertahan..karena sesuatu hal, yg tdk pintar mengatur ke uangan nya.

    Aku cuma prihatin saja…..

  6. gw sangat menyayangkan kebudayaan yang pelan2 menghilang dari bumi indonesia ini. padahal kebudayaan kita beraneka ragam dan unik tapi sayang ga dipelihara dengan baik. generasi muda sebagai penerus bangsa lebih suka berkiblat ke luar negeri dan melupakan kebudayaan asli indonesia. ayo bangkitkan kebudayaan bangsa ini… *kok jadi orasi yak?* hehehe…

  7. btw, vidoenya kok ga bisa dibuka ya?

  8. verlita is termenung sambil merenung

  9. mengharukan……moga2 pemerintah juga lebih memperhatikan nasib kesenian dan senimannya…

  10. gw baru tau klo dibatak ada opera batak… he..he.. ngomongnya kayak pada naga bonar donk… seru tuh.. he..he..

  11. wawh… ternyata ‘kita’ tidak mati…

  12. nanti jadi kayak ceritanya abang kelas ku karna orang batak diusir dari kostannya

  13. prihatin dengan apa yang terjadi pada kebudayaan Indonesia..

    salut buat bu zulkaidah!!

  14. jgn sampai kebudayaan kita hilang!

  15. supaya budaya nya ga ilang, pelaku budayanya juga harus diperhatikan pmrintah…
    aku yakin juga banyak pelaku budaya yang sama sepeti bu zulkaidah ini dan bahkan lebih buruk keadaan ekonominya….

  16. Tergantung dari kita terutama para group pemusik juga, saat ini di pesta adat, malah yang dinyanyikan, o burung, poco-poco dan lain-lain, aneh!!?….
    Adapun lagu batak saat ini, menurutku banyakan lagu bergaya barat namun “berbahasa batak”.
    Lagunya Tilhang? jaranglah dinyanyikan, pada hal banyak yang menggugah dan ditortorkan pun bisa.
    Saya tak pernah lupa beberapa lagunya Tilhang “…rp pe Tulang i..ndang didege jabunami, beasa ndang didege, ala pogos inanta hami..” dan “celana jengki napinangkemi ido pinagido ni pariban mi…peut so peut mai da boto…dst”
    dan “…ianggo ahu da supir motor… dst dst…”, banyak lagi hehehe…

  17. nice, ada hubungan keluarga ya? Namanya Batak ma semua bersaudara ya?
    Oya, Dek, kunjungin blog aku ya dan kasih comment mengenai depresi.Ok, ditunggu ya. Aku mau [lanjut keliling nih…

  18. semo9a tak kan hilan9 ban9..:)

    semo9a ju9a banyak anak2 muda 9enerasi penerus y9 mau belajar d9nya..

  19. Namboru Zulkaidah Harahap semoga indonesia masih mengingat jasamu.
    salam dari bor-bor tarihoran disibolga

  20. horas,
    salam kenal sebelumnya lae…

    membaca artikel ini bikin saya trenyuh…ternyata masih ada “maestro” yg tersia-siakan…apa karena pemerintah terlalu sibuk…?
    untunglah ada pak dosen siagian yg menemukan sang maestro ini, rupanya Tuhan masih sayang sama sang maestro ini..

    semoga budaya batak bisa lestari…

    horas,

    -bonar-
    http://sihotang407.wordpress.com

  21. ????
    anything to say

  22. Boru batak says:

    Kalo generasi muda nya lebih menyukai budaya luar bahkan tak jarang malu mengakui budaya sendiri..gimana maw lestari… impossible!!!

  23. chinesia damanik says:

    coba oppung Zulkaidah Harahap t4 latihan/sanggar/teater kecil2an.
    berawal dr rumahnya misalnya… dgn anggota keluarga nya atw orng2 sekitarnya.
    ga mungkin kan ga ada yg mw belajar dgn Ratu Opera Halak Batak ini..
    saya rasa dgn awal sederhana itu, hal ini bisa sedikit menggerakkan anak2 muda untuk kmbali menekuni dunia opera batak. bukan sekedar sandiwara percintaan d depan kamera. & low oppung berminat saya mw jadi anggota pertama!! HORAs,

  24. horas bosssss masukin link gw donk sbagi batax addict. ryker turangan http://rykers.blogspot.com

  25. @cerah ceria
    kita ga boleh langsung menyudutkan namboru Zulkaidah seperti itu. Yahh, tau sendirilah, berapa sich pendapatan dari seorang yang mencari nafkah dengan opera?? Aq percaya kok kalaiu boru batak itu paling pintar dalam management keuangan…

    iya kan namboru Zulkaidah??? :-)

  26. wah iya pahlawan² kesenian indonesia itu paling miris hidupnya klo dibandingin ama pahlawan kesenian dari negara lain :) apa iya gt bos ? :D

  27. Yup, saat ini banyak sekali pahlawan-pahlawan yang terlantar, seperti tidak terurus oleh yang berwenang. Seakan-akan telah dilupakan semua jasa-jasanya….

  28. Kita2 yg muda jg hrs peduli, jgn skedar memberi saran dan motivasi.
    Tp mulailah ikut memelihara dan mencintai musik Indonesia (bkn cm musik Batak). Cukup melakukan langkah kecil yg real, spt rajin mendengar lagu2 TRADISIONAL Indonesia.
    Lagu tradisional berarti pola dan bentuknya msh lbh asli tradisi khas daerah. Bkn lagu modern yg hanya membawa bahasa daerah sbg identitas saja:-)

    skedar opini aja,bos.

    Horas
    ANTONI PASARIBU
    http://www.solfegio.wordpress.com

  29. sy brpegang teguh ke budaya dan adat sy tp trkdang mmbosankan jg krna hanya itu2 sj,dan klw pun sy lupa dan mengikuti adat laen itu tak ubahya sy gi jenuh. ykinlah suatu saat sy akan kmbli dan mengenangMu.

  30. sayang sekali budaya kita tidak terpelihara

  31. gimana pulak opera batak pra????

  32. Pahlawan itu umumnya tak mengharapkan imbalan .
    Kita yang menyadari perjuangannyalah yang patut menghargai apa yang dtelah diperjuangkan.

    Kita patut ucapkan salut bagi yang telah memperjuangkan sang ratu opera batak, sampai bisa mendapatkan penghargaan sang maestro.

  33. wah asik yach musiknya, tradisional banget

  34. baguss..keren banget bozz..salam kenal

  35. kebudayaan kita memang merana… sedangkan kebudayaan asing tumbuh subur… memprihatinkan…

  36. amangoi amang… kojam nai…
    ini mah memalukan..
    tapi toh aku pun ga tau lagi gimana mau dibuat….
    ya indonesia emang gitu lae.. mardi lestari pun ud jualan es cendolnya di binjai sekarnag ini… padahal dulu dijuluki manusia tercepat se asia… ..pathetic

  37. Aku tau sedikit tentang Opera Batak dari cerita orang tua-ku. Sangat berpengaruh di generasi mereka. Sayang, kita susah mendapatkan rekaman-rekamannya, walau latarnya masih sekitar 60-an sampe 70-an.
    Tentang anak muda sekarang yang kurang menyukai budaya Batak, itu masalah selera, tak akan pernah bisa dipaksakan.
    Hanya saja, kita jangan lupa, kita baru sadar bahwa ‘kepunyaan’ kita itu berharga setelah diklaim bangsa lain.
    Horas ma di hita sude…

  38. ayo diupdate lae.. :D hehehe

  39. benar2 terenyuh lae…
    dang tarhatahon be…
    kenapa kita begini? jika begini terus, tak ayal negara lain ikut-ikutan mengatakan bahwa kebudayaan yang sebenarnya milik indonesia adalah milik mereka. cemanalah pulak, holanna hepeng do i parbaga negara ta on..

  40. M.Natsir Perdana says:

    Nah..Semua jangan cuma sampai pada titik PRIHARIN… bergerak dong!!!
    keadaan ibu Zulkaidah memang sudah mulai terbantu oleh pemerintah melalui kementrian BUDPAR…beliau menerima penghargaan sejumlah uang dari pemerintah…
    tapi taukah bahwa ternyata masih ada orang yang tega menzalimi lagi beliau..
    bayangkan
    Beliau menerima transfer dari BUDPAR senilai Rp. 1.250.000 perbulan, yang dirapel dan dicairkan setiap 6 bulan sekali..melalui pengurus kesenian di sumu-ut
    Teganya adalah dana yang seharusnya bersih diterima tanpa potongan tersebut di “sunat” 20% plus ini-itu..dengan alasan Biaya Jasa dan Transportasi,
    yang lebih tragis lagi…pada bulan november 2008 lalu, seharusnya zulkaidah berangkat ke jkt untuk menerima penghargaan tersebut
    pemerintah pusat sebenarnya sudah “membebaskan biaya perjalanan” beliau menuju jakarta.
    namun sang pengurus kesenian ini, beliau diharuskan untuk membiayai perjalanannya sendiri ditambah dengan beberapa orang lagi yang telah diatur pengurus tersebut ….. TEGA!
    hingga akhirnya karena ketidak mampuan beliau pasrah..
    Seperti itulah mental pejabat kita…semoga hal ini tidak terjadi lagi..
    saya bisa berbicara seperti ini, kebetulan kami tanggal 7 februari kemarin menyelenggarakan event DISKUSI BUDAYA BATAK di Sahid Jaya Hotel jakarta, Zulkaidah Harahap adalah salah satu yang kami angkat…

    terimakasih…semoga ini bisa jadi bahan renungan kita bersama untuk bisa berbuat …

  41. Saya juga dah pernah baca ttg Ibu Harahap ini dan bpk Alister Nainggolan di Tapian. Kita patut apresiasi pemerintah yang telah membantu mereka.

  42. Natsir Nasution says:

    Comment ku ko gak dipasang?…itu nyata..pagi ini aku baru saja mengantar Zulkaidah Harahap menuju medan kembali..dari Jakarta..
    Aku mau angkat dia sebagai pemeran utama Film Layar lebar kami ( http://www.inang.blogdetik.com)

  43. Usaha yang bagus dan mulia dari sdr. Rizaldi Siagian.

    Tapi juga, jualan kacang termasuk pekerjaan yang baik dan tak ada salahnya .
    Jimmy Charter sebelum terpilih djadi Presiden Amerika Serikat, adalah seorang petani kacang.

  44. Sebenernya ini adalah tugas generasi muda untuk melestarikan budaya, termasuk opera batak ini, gimana nih para generasi muda?? haloo…?

  45. Dirmun Espanyol says:

    Semoga sedikitnya kita2 yang ngasih komen utk postingan ini merasa terpanggil utk membawa perubahan d lingkungan kita masing2. HORAS.

  46. indah yani malau says:

    Aq sudah melihat Namboru ini secara lansung
    emang dia berjualan Kacang dan tuak
    tapi tuh dia lakukan karena hanya menyambung kehidupannya.
    bukan karena dia dulunya berpoya-poya kesana kemari…
    jadi kepada saudara/i Cerah Ceria tolong jgn beranggapan begitu y..
    u belum melihat Namboru ini secara langsung jadi u g bisa memonis dia dengan begitu….walau tidak secara langsung tapi aq atau mungkin Anggi (adik”) namboru ini yang lainnya ( Poparan Tatea Bulan) merasa tdk terima dengan pendapat Saudara.

  47. Seperti biasa pada umumnya,,, saatnya nanti hilang, baru ‘ngeh’ :D

  48. Si Tukul Sipahutar says:

    Kupikir Cerah Ceria itu benar, kalau jadi artis top janganlah lupa diri. Soalnya popularitas itu hanya sementara, apalagi dunia nyanyi dimana aksi pentas juga jadi faktor penentu. Menabunglah, beli ruko atau beli kebun karet, atau sawah, kek, yang penting bisa diputar besok-besok. Ini malah asyik jalan-jalan ke Swiss beli biola….., wah, repot jadinya.

Leave a Reply