Di buku Sejarah Batak, Saruksuk tercantum sebagai generasi ke-8 dari si Raja Batak. Di buku Pustaha Batak tercantum sebagai generasi ke-10.
Di buku Tarombo Borbor Marsada , Saruksuk adalah generasi ke-5 dari si Raja Batak, anak ke-10 si Raja Borbor

saruksuk
(Klik Gambar Untuk Memperbesar)

Perhatikan silsilah anak cucu Raja Saruksuk dibawah ini :

Raja_Saruksuk
(Klik Gambar Untuk Memperbesar)

Raja Saruksuk mempunyai 6 orang anak laki-laki, Keenam anak laki-laki itu adalah Begu Soaloon, Si inum Aek Sasunge, Sinabolak, Si Hutudari, Dugul Nabolon dan Si Tumpu. Antara sesama anak-anak Raja Saruksuk tidak ada keharmonisan. Karena itu masing-masing berencana pergi merantau. Begu Soaloon disebut pergi ke Bandar Tinggi, keturunannya sebagian beserak ke Serdang. Mereka menggunakan marga Sidamanik.
Si inum Aek Sasunge pergi menyusul abangnya ke Bandar Tinggi dari sana terus ke Tanjungkasau. Keturunannya disana ada yang menggunakan marga Manik dan ada yang menggunakan Tambun Saribu.

Anak Raja Saruksuk yang ketiga, Sinabolak, disebut pergi ke Patilabu, keturunannya disana menggunakan marga Sinabolak.

SILSILAH MARGA SARUKSUK VERSI SARUKSUK
Dialog Nasional Marga Saruksuk diselenggarakan di Sirau, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah 23-24 Oktober 1988. Narator di Dialog Nasional itu bukan hanya marga Saruksuk, tetapi marga Tarihoran, Pasaribu Bondar, Harahap, Pasaribu Gorat. Hasil Dialog Nasional marga Saruksuk tersebut dibukukan di Bandung tahun 1992 dengan kata pengantar Ketua Umum Saruksuk Drs.T.U.Pasaribu Saruksuk.

Dialog Nasional yang dilakukan itu diberi judul PASARIBU, SARUKSUK ERHA NI SANGMAIMA. Posisi marga Saruksuk itu pada halaman 22 adalah sebagai berikut:

Sariburaja
(Klik Gambar Untuk Memperbesar)

Di buku Tarombo Borbor Marsada, Saruksuk adalah anak dari si Raja Borbor berarti generasi ke-5 dari si Raja Batak. Menurut buku Pasaribu Saruksuk, Saruksuk itu adalah anak dari anak dari Rimbang Saudara (Sariburaja III). Kalau dihitung generasinya menjadi generasi ke-9.

Menurut tarombo Saruksuk bagan diatas, Rimbang Saudara adalah juga bernama Sang Maima, adalah juga Datu Dalu, dan adalah juga Sariburaja III. Satu orangnya empat namanya. Di buku Tarombo Borbor Marsada, Sariburaja III adalah anak Rimbang Saudara dan Rimbang Saudara bernama juga Datu Dalu.

Rimbang Saudara atau Datu Dalu adalah adik dari Sahang Maima yang menimbulkan legenda permusuhan yang dasyat.

Di buku Sejarah Batak halaman 434, Datu Dalu adalah Sahang Maima. Saruksuk dibuat bersaudara abang adik dengan Sariburaja (Pasaribu), Matondang, Tarihoran dan Parapat anak dari Datu Dalu (Sahang Maima).

Menurut Tarombo versi Saruksuk ini, Rimbang Saudara (Saribu Raja III) ayah Saruksuk bersaudara disebut beristri empat yaitu Br. Sisingguma, Br. Sitompul, Br. Dasopang, dan Br. Bakkara. Dari istri Br. Sisinggumalah lahir Raja Habeahan, Raja Bondar, Raja Gorat dan Saruksuk.

Silsilah versi Saruksuk ini logikanya lebih layak dipercaya karena hasil Dialog Nasional marga Saruksuk yang dihadiri marga diluar marga Saruksuk. Sedangkan Tarombo Borbor Marsada adalah hasil tulisan Mangaraja Salomo gelar Patoean Sarangnadiborngin yang terbit tahun 1938 berbahasa Batak Toba.

** Sumber : dikutip dari Buku “Silsilah Marga-Marga Batak” yang ditulis oleh Drs.Richard Sinaga

Share This Post:
  • Facebook
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Print
  • Digg
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • PDF

3 Responses to “SARUKSUK”

  1. Bahrim harahap says:

    Horas, horas, horas?

  2. Bahrim harahap says:

    Horas ma tu sasudena na tu turunan ni Raja borbor di tano parserahan dohot di portibion. Horas, horas, horas.

  3. Sursar sude tarombo i ake.

Leave a Reply