SIAPAKAH GURU TATEA BULAN (NAI MARATA), SARIBURAJA, LIMBONGMULANA, SAGALARAJA, SILAURAJA DAN BORBOR MARSADA?

OLEH : HASIHOLAN MANIK

Latar Belakang
Tulisan ini dibuat karena belakangan ini penulis sering menemukan adanya salah pengertian atau kurangnya pengetahuan sejarah pada Generasi Muda Guru Tatea Bulan yang membentuk punguan marga dengan mengatasnamakan satu oppu saja sehingga cabang marga lain keluar dari punguan karena merasa oppu mereka tidak dihargai.

Pendahuluan
Berbicara tentang asal Bangso Batak merupakan suatu hal yang sangat kompleks, terlebih mengingat umur Bangso Batak telah mencapai ribuan tahun.
Dalam tulisan ini, penulis mengambil fokus pada tarombo dari keturunan Siraja Batak, khususnya ompu Guru Tatea Bulan.

Tarombo Bangso Batak
Secara garis besar, belahan atau cabang marga Bangso Batak dapat dibagi dalam dua bahagian, yaitu belahan Guru Tatea Bulan sebagai yang tertua dan kepada Raja Isumbaon (Raja Sumba).

Belahan Guru Tatea Bulan (atau Naimarata/Toga Datu)

Guru Tatea Bulan mempunyai lima (5) Putera dan lima (5) Puteri. Anak sulung Guru Tatea Bulan bernama Raja Uti, Sariburaja sebagai anak kedua, Limbongmulana anak sipaitonga, kemudian Sagalaraja dan Silauraja sebagai anak bungsu.

1. Rajauti
Raja Uti sebagai anak sulung juga dikenal dengan nama Raja Biakbiak; Raja Hatorusan; Raja Gumelengeleng..
Secara biologis tidak memiliki keturunan akan tetapi Bangso Batak mengatakan dangka do ranting, anak nihaha do anak ni anggi.

2. Sariburaja
Saribu raja mempunyai Dua orang anak yaitu:
a) Sirajalontung;
b) Siraja Borbor.

Dari siraja Borbor kemudian terbentuklah cabang-cabang marga Sariburaja: Pasaribu (Habeahan, Bondar, Gorat, Saruksuk), Lubis, Tanjung, Pulungan, Sipahutar, Batubara, Harahap, Matondang, Tarihoran, Parapat, Hutasuhut, Simargolang, Daulai, Rambe, Rangkuti, Sitangkar, Tinendung, Padang Batanghari, dlna.

Marga-marga tersebutlah yang disebut dengan Borbor marsada.

3. Limbongmulana
Keturunan Limbongmulana dikenal dengan nama Limbong. Marga ini terbagi dalam Tujuh (7) bagian akan tetapi mereka menggunakan Limbong sebagai marga mereka. Dengan demikian marga Limbong merupakan marga tertua dalam Bangso Batak. (Bedakan Marga Tertua dengan Tutur)

4. Sagalaraja
Keturunan Sagalaraja terbagi dalam tiga (3) bagian, akan tetapi seperti Limbong Mulana, mereka menggunakan Sagala sebagai marga mereka.

5. Silauraja
Berbeda dengan Limbong Mulana dan Sagalaraja, dari keturunan Silauraja terbentuk marga Malau (Nilambean dan Pase); Manik/Damanik; Ambarita dan Gurning.

Dari penjelasan sederhana tersebut diatas maka jelaslah bahwa:

1. Borbor Marsada adalah keturunan Sariburaja. Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja bukan merupakan bagian marga Borbor Marsada, sebab yang satu tingkat generasi dengan Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja adalah Sariburaja, ayah dari Siraja Borbor. Jika dalam tutur maka: Siraja Borbor memanggil Bapa Uda kepada Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja.

2. Dengan memasukkan Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja kedalam tingkat anak Borbor Marsada merupakan tindakan yang kurang tepat dan seolah-olah merupakan pengingkaran atas ketiga ompung tersebut.

3. Jika Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja masuk kedalam punguan Borbor Marsada, dikuatirkan dikemudian hari pomparan dari Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja kehilangan identitas dan jati diri mereka terlebih generasi muda sekarang sudah banyak yang tidak mengerti lagi akan budaya Bangso Batak.

Saran

1. Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja hendaknya mempertahankan nama ompung mereka untuk menunjukkan identitas mereka dan tetap merupakan satu kesatuan yang utuh dari Pomparan Guru Tatea Bulan. Biarkan mereka menjungjung nama ompung mereka sendiri.

2. Tampulon aek namarsabutuha, yang jika kita tarik dalam Punguan Guru Tatea Bulan; walaupun Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja berdiri sendiri sebagai punguan yang utuh tidak akan pernah mengingkari cabang marga Sariburaja sebagai hahadoli (atau Borbor Marsada) dan tetap sebagai dongan sabutuha.

3. Punguan Borbor Marsada dan punguan yang kurang mengerti dengan sejarah, terlebih punguan generasi muda yang jika didalamnya terdapat marga dari Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja mohon meninjau ulang nama punguan tersebut dan belajar sejarah.

Maret 2008

Penulis:
1. Mantan Pengurus DPP Generasi Muda Tatea Bulan
2. Pengurus Partohab (Partukkoan Habatahon) di Tapanuli Utara – Tarutung
3. Tinggal di Bonapasogit.

Facebook Comments

81 Responses to “SIAPAKAH GURU TATEA BULAN..??”

  1. Jakson Sagala says:

    Dear Lae/Pra Togatorop,

    Semua keturunan Si Raja Borbor disatukan dalan BORBOR saja, tidak menggunakan embel2 MARSADA.

    Sedangkan apabila Keturunan Saribu Raja (Borbor Officially), Sagala Raja, dan Silau Raja disatukan maka disebut sebagai NAIMARATA.

    Gak bisa dipungkiri, kalau Lontung adalah keturunan Saribu Raja, sementara yang diakui sebagai keturunan Saribu Raja adalah Borbor (officially). Jadi mau dikemanakan keturunan Si Raja Lontung dari sudut pandang adik-adiknya (Sagala Raja dan Silau Raja)?

    Oleh karena itu lah banyak yang berpendapat bahwa pengertian Borbor Marsada adalah gabungan sesama keturunan-keturunan Opung Saribu Raja (Si Raja Borbor dan Si Raja Lontung).

  2. saudara Jekson Sagala,

    marga2 lontung tidak pernah masuk dan tidak akan masuk dalam wadah borbor maupun naimarata.
    setuju, gak bisa di pungkiri bahwa si Raja Lontung adalah keturunan Oppung saribu Raja. akan tetapi, mana mungkin Marga lontung masuk dalam kumpulan yang menamakan borbor marsada, sedangkan apabila ditarik dari silsilah lontung merupakan anak tertua dari saribu raja, masa masuk ke kumpulan marga dari adiknya? bukankah seharusnya menggunakan nama saribu raja? oleh karena itu saya berpendapat bahwa lontung tidak pernah masuk dan tidak akan masuk dalam group borbor marsada maupun naimarata, kecuali dengan nama lain yang mengatasnamakan keturunan Saribu Raja maupun Oppung Guru Tatea Bulan. mauliate lae/pra~

  3. Jakson Sagala says:

    Apra/Lae Togatorop,
    Secara resmi tidak pernah keturunan Saribu Raja mengakui yang namanya keturunan Si Raja Lontung. Seiring dengan perkembangan jaman, Jadi kalau menurut Appara/Lae, kalau mau diakuin sebagai keturunan Ompung Saribu Raja, ide apa yang perlu dilakukan???

    **ai samudar do hami, jala manghuling do mudar nami tu dongan tubu nami sian si Raja Lontung”

    Demikian komentar dan share dari saya, silahkan diterjemahkan dengan persepsi masing-masing, karena sejarah merupakan hal yang multi-perception, tidak bisa berdasarkan pendapat tunggal.

    Mauliate

  4. ampara/lae Jakson,
    kenapa lae mengatakan tidak pernah keturunan sariburaja mengakui yang namanya keturunan si raja lontung? lontung mengakui koq bahwa dia keturunan sariburaja, cuma borbor tidak mengakui secara resmi bahwa lontung merupakan saudaranya sebapak. kenapa? jawabnya karena malu. kenapa lontung harus menanggung semuanya itu? dia kah yang bersalah? saya rasa tidak.
    nah dengan alasan malu itulah borbor beraliansi dengan keturunan limbong mulana, sagala raja dan silau raja kontra keturunan lontung. makanya saya meragukan pendapat saudara yang menyatakan borbor marsada adalah gabungan keturunan lontung dengan borbor. itu tidak pernah lae, tapi tuk kedepan mudah2 an bisa terjadi
    mengenai ide supaya keturunan siraja lontung diakui sebagai keturunan sariburaja adalah kembali ke dalihan natolu bahwa hukum utama dan pertama adalah “manat mardongan tubu”, itu saja. yang jelas keturunan siraja lontung mengakui bahwa mereka keturunan sariburaja. namun gimana yang lainnya? apakah mereka mengakui? jawabnya: kalau tidak ada prinsip manat mardongan tubu ya tidak akan diakui kawan…..
    MAULIATE…

  5. Mauliate appara nungga dilean hamu tu hami akka pangaratto hatorangan songon dia parpeakna Naimarata dohot Borbor Marsada. Adongdo sisukkunokku tu hamu appara, songon dia do silsilah ni marga Habeahan na adong di huta limbong, alana molo dung dipangarattoan nasida sadeba dang mangakku nasida Habeahan gabe manggakku marga Pasaribu do nasida, jala dang olo masuk tu punguanni Naimarata, maklum appara metmet dope au najolo mangaratto tu Kalimantan. Molo adong appara khusus taromboni Limbong Mulana. Mauliate

  6. EDWARD MANIK says:

    Horas appara,
    Mauliate appara, masih memberikan perhatian tdp silsilah
    Org batak. Itu memang perlu disamping melestarikan kekerabatan batak
    Juga sbg pengetahuan bagi kaum muda dan atau kami pangaratto.
    Khusus utk MARGA MANIK, saya pernah ketemu dgn seseorang katanya dia
    Manik Gurning, ada juga yg Manik Ambarita bahkan ada juga
    Yang menyebut Malau Manik. Jadi confuse juga. Saya adlh Manik Raja.
    berasal dari Lumban Sidangir turunan Op.Onang Onang.
    Pertanyaannya : ada brp Manik. Kenapa ada sebutan spt diatas ?
    Selanjutnya saya setuju bhw Manik tdk pakai nomor. Krn
    Janggal juga kalau kita panggil ompung sama bayi. Kalau
    Berdsar usia lebih mudah connect.
    Satu lagi appara, coba dulu kirim Tarombo Manik. Mulai
    Dari Marga Manik yg pertama. Kirim ke :
    edward.manik@ymail.com Ok appara mauliate. GBU

  7. yang bilang dirinya manik gurning, manik ambarita dsb…
    itu namanya tidak punya identitas….seperti waria!
    orang2 seperti itulah yang perlu diajarin tarombo, yang benar tapi….
    & mauliate.
    ……sorry!!!
    satu lagi banyak penulis di blog lain yang makin blenk…aja.

  8. Dame Nasumurung Sian Debata Jahowa ma Namangaramoti Jala Mangiring-iring Hita Saluhutna.

    To : Keturunan Manik Raja, melalui blognya Dongan Tubu Hasiholan ini kita jalin persaudaraan & saling bertegur sapa (marsisisean), kepada Saudaraku Edward Manik Raja, saya sangat restek terhadap appara, yg mengatakan berasal dari Huta Sidangir dan Keturunan Op.Onang-Onang, Huta Sidangir ini dimana?, apakah di Rianiate!, Kecamatan?.
    Coba dicari keatas bahwa Op. Onang-Onang, bapaknya siapa? dan terus lagi, supaya nanti bisa ketemu di Oppung paing atas.
    Contoh; saya keturunan Op.Pahotan dan Op.Pahotan Keturunan Op.Raja Saul, Op.Raja Saul keturunan dari Op.Saksi, Op.Saksi keturunan dari Op.Tabor, Op.Tabor keturunan dari Op.Pagaran, Op.Pagaran keturunan dari Op.Pohonan, Op. Pohonan keturunan dari Gr.Marsaid Lipan, Gr. Marsaid Lipan Keturunan dari Gr.Sohalaosan, Gr.Sohalaosan keturunan dari Op.Bahal Batu dan seterusnya sampai keatas masih panjang lagi dan ini semua berasal dari Samosir Kecamatan Simanindo, tepatnya didoloknya Samosir, dengan nama Desa Siparapat, Desa Huta Ginjang, Desa Sihusapi dll. Dalam sejarahnya Manik Raja yang berasal dari sini sudah menyebar merantau ke penjuru Dunia dan di Amerikapun sudah banyak, yg pada awal ceritanya berasal dari Rianiate kecamatan Pangururan yang sekarang merupakan ibukota Kabupaten Samosir.
    Menurut sejarah bahwa adapun marga Malau, Ambarita, Gurning yang menjadi marga Manik/Damanik, hal itu sah-sah saja karena untuk menjalin kekerabatan diperantauan lebih dikenal dengan sebutan marga Manik, toh nanti dia akan mengerti darimana asal usulnya, hanya yang menjadi rancu adalah banyaknya marga Limbong, sagala dll, setelah di Simalungun menjadi marga Damanik, karena pada akhirnya mereka-mereka ini tidak mau nanti disebut sebagai keturunan Silauraja dan cenderung dia bertahan hanya disebut sebagai Damanik.
    Kalau di Simalungun banyak marga dari Toba yang berubah menjadi marga Damanik, saragih dll, supaya mudah berinteraksi, sehingga pada saat sekarang diperantauan banyak yg melakukan pelurusan sejarah, seperti tadinya marga Situmorang dari Toba, setelah disimalungun jadi marga Sinaga, dan setelah merantau lagi ditelusuri sejarah, akhirnya dirubah menjadi marga Situmorang lagi, hal-hal seperti inilah yg saya sebut tadi jadi rancu, masih baik, karena sebelum meninggal diluruskan, dari pada sampai mati dibiarkan, akan menjadi bunglon.
    Horas, horas dan horas ma hita saluhutna.

  9. Manik Raja, anaknya yg pertama adalah Op.Huta Sada, yg kedua adalah Tn. Dibangarna (Manik Raja nalaho tu Fakfak/Dairi).
    Keturunannya Op.Hutasada ada 4, adalah 1.Gr.Sumondut, 2.Op.Manik Tomok, Op. Hagabue dan 4.Op.Raja Minak.
    Gr. Sumondut anaknya adalah Op. Pandot dst.
    Op.Manik Tomok anaknya adalah Gr. Sahang Maima dan Gr. Naposo dan keturunan selanjutnya.
    Op. Hagabue anaknya adalah Op.Paniting anaknya Op.Paniting Op.Solobean. Op.Solobean anaknya adalah Op.Soangin, Op.Manduga Langit, Op.Soramatua, Op.Patar dan Op.Bangbeng, anaknya dan seterusnya.
    Op.Raja Minak dan seterusnya, kepada keturunan Manik Raja silahkan telusuri nenek moyang masing-masing supaya jangan ada yang lilu.

    Horas Jala Gabe…!

  10. Horas,

    Terimakasih buat abang/apara Hasiholan melalui artikelnya, jujur artikel tersebut membuat saya tertarik untuk mengingatkan kita akan tarombo marga kita masing2 sebagai orang batak apalagi kita yang sudah merantau. Mungkin apa yang saya alami, dialami juga oleh kbanyakan orang batak secara umum dan pomparan silau raja secara khusus, karena kesibukan kerja mungkin tidak terpikirkan lagi untuk ikut kumpulan marga karena waktu. Artikel tersebut saya rasa sangat berguna bagi saya pribadi sehingga melalui artikel ini nantinya bisa saya ajarkan kepada anak2 saya.

    Dulu Bapak sudah pernah membuatkan/menuliskan tarombo ambarita sampai kami keturunan siapa, sekarang sudah hilang tidak tau kemana. Yang mau saya mintakan kepada Marga Ambarita yang ada ataupun Abang Hasiholan tolong kirimkan Tarombo Ambarita mulai yang pertama. prikson.ambarita@simedarby.com

    Terimakasih.

  11. oloan org batak says:

    1. siapa yang bisa memberikan referensi mengenai bahwa si raja lontung lebih tua dari si raja borbor, jika referensi nya adalah cerita, masuk akal logika tidak cerita nya.
    2. jika ingin mempersatukan seluruh keturunan dr Gr.Tatea Bulan….persatukan lah dahulu borbor dgn lontung…..
    3. untuk menghindari hal 2 yg tidak di inginkan, lebih baik di berinama punguan pomparan ompunta Gr.Tatea Bulan

  12. Saut Situmorang says:

    Lontung Sisiamarina… Kami Lontung, anak tertua dari Sariburaja dan istrinya-adiknya Boru Pareme. Siapa rupanya kalian berani2 membicarakan kami! Urus aja Marga kalian itu dan jangan sok tahu tentang kami. Kalian itu cumak adik lagi, hahaha… Hidup Lontung! Di pulo Samosir pun kami lebih banyak dari kalian jadi gak usah urusin kami.
    -Saut Situmorang

    Matteh.. nungga ro be Ompu Datu Rasta Sipelebegu :-S

  13. Horas buat kita semua!
    Perkenalkan saya marga lubis asli dari Bona Pasogit Haunatas. Setelah membaca semua komentar-komentar diatas, saya simpulkan kalian semua masih kurang paham apa yang kalian bicarakan atau perdebatkan.
    1. Buat appara jakson Sagala, memang yang namanya Borbor Marsada bukan Si Raja Borbor dengan Si Raja Lontung. Borbor Marsada adalah nama kumpulan keturunan Saribu Raja oleh anak-anak rantau. Tidak ada kumpulan Borbor Marsada di bona pasogit. Dan Malau Raja, Manik Raja, Sagala Raja, Limbong Mulana, Ambarita tidak termasuk Borbor, karena Si Raja Borbor merupakan turunan ke sekian. Jadi yang sejajar dengan mereka adalah Si Raja Tanjung, Saribu Raja I. Sedangkan Si Raja Borbor dengan Si Raja Lontung bapaknya adalah Saribu Raja II, lihatlah dulu buku tarombo kalian. Untuk Naimarata juga adalah sebuah nama kumpulan anak rantau marga-marga di atas. Kenapa Malau Raja, Manik Raja, Sagala Raja, Limbong Mulana, Ambarita bagaikan mardongan tubu dengan marga Lubis dan Pasaribu? Itu adalah “PADAN” yang se-anak se-boru.Artinya tidak saling menikahi. Mereka tetap “MAR-IBOTO”. Dari per-”PADAN”-an inilah muncul kumpulan “NAIMARATA”.
    2. Buat Tungganeku si Tigatorop, Horas ma Tunggane, borumuna do na hualap. Kita bisa saja mengklaim siapa yang tertua, siapa adik, tarombo, sejarah,semua buatan manusia, artinya pasti tidak akan luput dari kesalahan. Hari Sabtu yang lewat saya berkunjung ke rumak tunggane-ku, Lae ini termasuk Raja Adat di Jabodetabek. Kebetulan disana saya membaca tarombo Togatorop. memang betul di sana Si Raja BorBor adiknya Si Raja Lontung. kemudian saya bilang,” Lae, koq di tarombo ini si Raja Borbor adiknya Si Raja Lontung?” Jawaban Lae itu,” Memang yang benar adalah Lontung adiknya Borbor, itu salah,” katanya. dari situ kita dapat simpulkan bahwa ini semua dibuat berdasarkan perkiraan karena para saksi hidup sudah tidak ada.Kalau Lae lihat di tarombo kami jelas si Raja Lontung adalah adik si Raja Borbor. jadi mari kita sikapi dengan bijak, lagi pula kita sudah tidak mungkin lagi menjadi kakak-adik karena sudah “marsi-olian”.
    3. buat Saudara Saut Situmorang, seperti yang saya jelaskan diatas, kita ini sharing, berbagi informasi, siapa tahu mereka hanya dengar begitu lantas di tuangkan disini. Bagi saya yang jelas mereka ingin membuka hati dan pikiran kita untuk menambah wawasan ke-batak-annya. Janganlah emosi untuk menanggapinya Lae.
    Kepada semua pihak yang masih mau mengaku sebagai orang BATAK,ikutilah kumpulan margamu, marga istrimu, dongan sahutamu, terjunlah ke ULAON ADAT, disana kamu akan menemukannya, terlebih bagi kamu yang tidak tahu siapa dongan “parhundul”-mu. Bagi mereka yang masih asli dari bona pasogit pasti memiliki informasi sekecil apapun dapat membantu.
    Horas buat kita semua, mohon maaf kalau ada yang tersinggung.Mauliate!

  14. mulden manik says:

    horas apra saat ini juga saya ingin tahun keturunan atau pinoparni manik raja sidangir karena selama ini orang-orang sangat bangga banget kalau di sebut manik raja si husapi dan yang lain-lain apa kita buat aja kumpulan kita okeeeeeee

  15. Wen Sariburaja Situmorang says:

    Horas Di hita Sude…
    Tu tulang hu si lubis,,, ai on dope hea hubege adong SariburajaI dohot SariburajaII… wkwkwkwkwk barita sian dia doi tulang ???
    aku setuju dengan tulang masalah borbor marsada.. memang, itu adalah perkumpulan parsadaan orang2 perantau nya itu.. tidak bermaksud menghilangkan identitas dari pomparan marga limbong, sagala dan malau.. satu hal lagi yang perlu di ingat, beberapa comment tentang si raja lottung diatas.. tu laekku si jekson sagala.. dang hea secara resmi keturunan sariburaja dang mangakkui Lontung… sotung sala ate lae.. bahkan limbong mulana (Op. Jonggi Manaor), sagala raja dan malau dang barani mandok secara resmi dang mangakkui si raja lottung. alai, molo hamu diposisi ni limbong, sagala, malau dohot siraja bor-bor pada saat i,,, aha jouon mu si raja lottung ??? Bere do ?? anak do ?? manang paraman ?? (anakni namboru). itu yang membuat pilihan sulit bagi oppung kita yang tiga itu.. jadi bukan gk dia kui.. secara resmi pula lae bilang.. jgn buat malu lae tarombo guru tatea bulan… mauliate sude.. horas

  16. meengapa tidak ada gambaranya

  17. Saya sangat setuju dengan pendapat abang, bagaimana kita masuk punguan borbor yang dalam level partubuoan masih anak dari Manik raja

  18. sumuang pasaribu says:

    horas…………..

    tu suda appara ku…tolong majo kirim hamu silsilah guru tate bulan,hami pe dipangarattoanon binggung do..

    sempat di bahen hami goar kumpulan ni bor bor,ale dilagai natua tua…ujung na di bahen hami ma naimarata…….tolong majo asa mengerti hami na dipangarattoannon.

    sumuang_pasaribu@yahoo.co.id

  19. yuliati sipahutar says:

    Horas, Amang, ito dan semua keturunan Naimarata atau Borbor atau Borbor marsada.
    Mohon maaf sebelumnya.
    Saya sedih melihat kita selalu ribut hanya karena nama punguan… Apapun nama punguan itu tergantung dimana kita berada. Pengalaman saya di perantauan, sangat sulit mencari kumpulan marga kita. Mungkin karena populasi perkembangan marga kita sangat sedikit. Tahun 1991-1996 saya di Kariango, Maros, Sulawesi Selatan. Hanya saya sendiri marga Sipahutar yang ada di sekitar Ujung Pandang, Maros, Pare-pare, Takalar. Bone. Disana waktu itu disebut punguan Borbor Marsada, jumlahnya kurang dari 20 keluarga, yang terdiri dari turunanan Borbor (selain Pasaribu), Limbong, Sagala, Malau. Catatat: Rata-rata Marga Pasaribu di perantauan membuat kumpulan sendiri karena populasi mereka cukup banyak. Kemudian tahun 1997-2003 saya berada di Singosari, Malang, Jawa Timur. Hal yang sama juga saya dapati, Hanya saya sendiri marga Sipahutar di Malang, kami bersatu dalam punguan Borbor Marsada. Terus terang marga Amanguda Limbong, Sagala, Silau Raja (Malau, Manik, Amabarita, Gurning) ini sangat sulit dicari diperantauan.
    Trus….apa yang kita ributkan..?? Mencari nama punguan yang sebenarnya ..?? atau mungkin mencari siapa yang jadi pemimpin ….??

    Yang penting bagi generasi selanjutnya, setiap orang tua harus mengajarkan bahwa sesama marga dari keturunan NAIMARATA, atau BORBOR atau BOR-BOR MARSADA tidak boleh saling mengawini karena masih satu rumpun marga. Keturunan raja Borbor harus memanggil Amanguda atau Bapauda kepada keturunannya Limbong Raja , Sagala Raja dan Silau Raja (Malau, Manik, Amabarita, Gurning).
    Bagaimana…..??? Memang di Mandailing dan di Angkola dihalalkan perkawinan satu rumpun marga, bahkan satu marga, misalnya Harahap dan Tanjung, Harahap dan Sipahutar, atau Harahap dan Harahap. karena mereka mengacu pada paham, bukan pada adat budaya. Mana yang harus diikuti……Haruskah hancur budaya kita……???
    Rumpun Marga kita adalah : 1. Limbong, 2. Sagala, 3.Malau, 4.Manik/Damanik, 5. Ambarita, 6.Gurning, 7.Sipahutar, 8.Daulay, 9. Harahap, 10. Tanjung, 11. Rambe, 12. Simargolang, 13. Pasaribu (habeahaan, Bondar, gorat), 14.Batubara, 15.Pulungan, 16. Lubis, 17. Hutasuhut,18. Parubahaji, 19. Matondang, 20.Saruksuk , 21. Tarihoran, 22. Parapat , 23. Tinendang , 24. Sitangkar, 25. Rangkuti Pane, 26.Rangkuti Dano, 27. Barasa dan marga-marga cabangnya.

    Banggalah sebagai orang Batak, dan harus mengerti asal usulnya dan ada kemauan untuk melestarikan budayanya. Agak miris hati mendengar mengaku orang Batak, tapi ditanya asal usulnya tidak tau, asal usul aja sudah tidak tau apalagi untuk melestarikan budaya, mana mungkin lagi…!!.

    Mari kita lestarikan budaya kita menjadi “JATIDIRI”,
    Jika anda Orang Batak, katakan pada anak anda “SAYA ORANG BATAK”
    Dimanapun anda berada , katakan SAYA ORANG BATAK”
    Dari daerah manapun anda berasal, katakan “SAYA ORANG BATAK”
    Horas..!!! Bravo, we are Bataks…………!!!.

  20. Tarihoran says:

    mau sekedar koment aja nih pra kalau keturunan Raja borbor ya bor-bor saja bukan borbor marsada….kalau sudah borbor marsada barulah ikut sagala, limbong, manik dll jadi kita tetap bersaudara hehehehe tapi yang jelas kita keturunan Raja Batak jadi marga asli kita sebenarnya “SIRAJA BATAK”

  21. Si Raja Batak anaknya ada 2. 1. Guru Tatea Bulan dan 1 lagi Raja Sumba

  22. horas ma di hita sude, pak tua, inang uda, dohot akka samrga niba,
    au romada malau, au magodang i tano pangaratoan,
    jadi au kurang paham do sian dia do mulani malau pase ..??
    jadi au minta tolong majo hu hamu akka na mengerti asal mula ni malau pase..??
    ..

  23. horas …..LAE

    judul blog tatea bulan

    hanya isi blog saja LAE….TERIMA KASIH…ITU AJA KOMENTAR SAYA….TAK ADA YANG LAIN…..

    SALAM HORMAT…

  24. arief sinaga says:

    Horasssssssss,
    Mf sebelumnya,mmg saya tidak terlalu mngerti tntang tarombo orang batak,walau saya orang batak asli.
    Dari sekian banyak komentar saya mnyimpulkan tidak usahlah kalian semua mmbahas yg tidak perlu,itu urusan tarombo kami,mcm mnapun jgn dicampur baur sama pendapat2 kalian yg masi minim,kami yg awam jdi bingung mana yang betul,dan mna yang salah,jadi g usahlah dibahas annon muruk oppu nami,jadi biarlah hanya garis keturunnya saja yang mmbahas.
    Maulate sudena

  25. Hans Sagala says:

    Horas. . . .
    @Jakson Sagala:
    Horas abang. . .
    Dang boi attong dohonni abang moLo Lontung i dang diakkui sebagai Keturunan Saribu Raja. . .
    Sepengetahuan Q,Saribu Raja punya 2 istri:
    1.Siboru Pareme(ibu dari Si Raja Lontung)
    2.Nai Mangiring Laut(ibu dari Si Raja Borbor)
    Berarti Si Raja Lontung adaLah Saudara Tiri dari Si Raja Borbor. .

    Si Raja Borbor yg terdiri dari Pasaribu, Batubara, Harahap, Parapat, Matondang, Sipahutar, Tarihoran, Saruksuk, Lubis, Batubara, Pulungan, Hutasuhut, Tanjung serta Daulay. .
    Sedangkan Limbong MuLana n Sagala Raja memang punya cabang2 Marga tapi tetap menggunakan Marga Limbong n SagaLa. . .
    Mauliate. . . .GBU

  26. beriman pasaribu bondar says:

    kepada saudara jekson sagala,saya kurang sependapat dengan anda,dimana anda mengatakan bahwa ontung lah yang tertua dari raja bor2,disini saya mau memberi usul agar anda sebaiknya mempelajari sejarah keturunan op.saribu jika anda ingin mengomentari sesuatu yang tidak termasuk garis marga anda,sebaiknya kita lehat dulu pagar kita sendiri baru menilai pagar orang lain,disini saya mau mengatakan dan bertanya pada anda,bahawa apakah anda sudah yakin tau betul sejarah anda?
    dan kepda yang membuat blog ini,saya ingin bertanya kepada anda,siapa yang memberi izin anda dengan mengatas namakan op.guru tatea bulan,yang sebenarnya tidak bisa sembarangan memakaikan apalagi membawa bawa namanya,sedangkan ingin menyebutkan namanya saja harus mengucapkan santabi dulu,mengapa anda seperti menganggap op.guru tatea bulan seperti seumuran anda

    INGOT MA ISE NAMAMBAHEN GOARNA MANANG MENGATAS NAMAHON GORNA,PARMARAHAN MA NADAPOT DI IMANA JALA DANG TUNG NAMARSAE,SEBELUM IMANA MINTA MAAF TU DA OMPUNGI

  27. beriman pasaribu bondar says:

    1.LUBIS
    horas ma di ho abang,di son au sependapat do tu ho didia sasitongna di da ompung raja bor2 ma siangkangan dang gabe raja lontung,didia raja bor2 ma nasasitongna naparjolo tubu sian raja lontung

  28. batubara daniel says:

    mau tanya abang2 sekalian..
    kalau misalnya Siraja lontug jadi masuk ke Naimarata…
    berarti jadi satu darah dunk ceritanya..
    trus bagaimana klo misalny orng yng bermarga pasaribu dan br nainggolan menjalin hubungan..
    berarti itu tidak diperbolehkan ya..kalau si raja lontung gabung???
    mohon maaf ya sebelumnya..

  29. Raja Arisan Sagala says:

    Reffrensi,

    Dungi lari sariburaja, ala pangalohona tu ibotona si bouru pareme marpunguma ma limbongmulana, sagalaraja dohot silauraja martonggo tu mulajadi nabolon. Sidung martonggo nasida sorang dakdanak i jala roma udan(borbor) digoari anak nabaru sorangi si rajaborbor. Lapatanna dipasoranganni si raja borborma marsada sude pomparanni raja borbor, limbongmulana, sagalaraja dohot limbungmulana. Ditikki namartonggo nasida ditonga ni halaman marsaong bulung rata ma nasida. Jadi didok akka pande goar ni pungan borbor marsada, jala torop mandok Naimarata. Ala Borbor do pasadahon jala marsaong bulung rata .

    Tikki lari sariburaha, nungga denggan pamatang akkangboru ima namangiringlaut.

    Parjolo do dioli sariburaja naimangiringlaut barupe terjadi “”siborupareme”" .
    Botima sian nahuranapi. Horas ma dihita !!!

  30. bg hasiholan…. batak song dunk pake… terkantuk q dengarnya… hahahahha…. horas buat semuanya.. ^^

  31. ranthoesMANIK R474 says:

    menYatukan yg bEda bukan MembEda beDakan..//succes to you PLease DO IT what you know

Trackbacks/Pingbacks

  1. LEBAYdotJapurutdotCOM | Manik Raja - [...] Comments jonah on Pohon Kehidupan – Misteri Kejatuhan Manusiaambar on SIAPAKAH GURU TATEA BULAN..??hanif IM on Tinggal KenanganAS Gultom ...

Leave a Reply