SIAPAKAH GURU TATEA BULAN (NAI MARATA), SARIBURAJA, LIMBONGMULANA, SAGALARAJA, SILAURAJA DAN BORBOR MARSADA?
OLEH : HASIHOLAN MANIK
Latar Belakang
Tulisan ini dibuat karena belakangan ini penulis sering menemukan adanya salah pengertian atau kurangnya pengetahuan sejarah pada Generasi Muda Guru Tatea Bulan yang membentuk punguan marga dengan mengatasnamakan satu oppu saja sehingga cabang marga lain keluar dari punguan karena merasa oppu mereka tidak dihargai.
Pendahuluan
Berbicara tentang asal Bangso Batak merupakan suatu hal yang sangat kompleks, terlebih mengingat umur Bangso Batak telah mencapai ribuan tahun.
Dalam tulisan ini, penulis mengambil fokus pada tarombo dari keturunan Siraja Batak, khususnya ompu Guru Tatea Bulan.
Tarombo Bangso Batak
Secara garis besar, belahan atau cabang marga Bangso Batak dapat dibagi dalam dua bahagian, yaitu belahan Guru Tatea Bulan sebagai yang tertua dan kepada Raja Isumbaon (Raja Sumba).
Belahan Guru Tatea Bulan (atau Naimarata/Toga Datu)
Guru Tatea Bulan mempunyai lima (5) Putera dan lima (5) Puteri. Anak sulung Guru Tatea Bulan bernama Raja Uti, Sariburaja sebagai anak kedua, Limbongmulana anak sipaitonga, kemudian Sagalaraja dan Silauraja sebagai anak bungsu.
1. Rajauti
Raja Uti sebagai anak sulung juga dikenal dengan nama Raja Biakbiak; Raja Hatorusan; Raja Gumelengeleng..
Secara biologis tidak memiliki keturunan akan tetapi Bangso Batak mengatakan dangka do ranting, anak nihaha do anak ni anggi.
2. Sariburaja
Saribu raja mempunyai Dua orang anak yaitu:
a) Sirajalontung;
b) Siraja Borbor.
Dari siraja Borbor kemudian terbentuklah cabang-cabang marga Sariburaja: Pasaribu (Habeahan, Bondar, Gorat, Saruksuk), Lubis, Tanjung, Pulungan, Sipahutar, Batubara, Harahap, Matondang, Tarihoran, Parapat, Hutasuhut, Simargolang, Daulai, Rambe, Rangkuti, Sitangkar, Tinendung, Padang Batanghari, dlna.
Marga-marga tersebutlah yang disebut dengan Borbor marsada.
3. Limbongmulana
Keturunan Limbongmulana dikenal dengan nama Limbong. Marga ini terbagi dalam Tujuh (7) bagian akan tetapi mereka menggunakan Limbong sebagai marga mereka. Dengan demikian marga Limbong merupakan marga tertua dalam Bangso Batak. (Bedakan Marga Tertua dengan Tutur)
4. Sagalaraja
Keturunan Sagalaraja terbagi dalam tiga (3) bagian, akan tetapi seperti Limbong Mulana, mereka menggunakan Sagala sebagai marga mereka.
5. Silauraja
Berbeda dengan Limbong Mulana dan Sagalaraja, dari keturunan Silauraja terbentuk marga Malau (Nilambean dan Pase); Manik/Damanik; Ambarita dan Gurning.
Dari penjelasan sederhana tersebut diatas maka jelaslah bahwa:
1. Borbor Marsada adalah keturunan Sariburaja. Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja bukan merupakan bagian marga Borbor Marsada, sebab yang satu tingkat generasi dengan Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja adalah Sariburaja, ayah dari Siraja Borbor. Jika dalam tutur maka: Siraja Borbor memanggil Bapa Uda kepada Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja.
2. Dengan memasukkan Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja kedalam tingkat anak Borbor Marsada merupakan tindakan yang kurang tepat dan seolah-olah merupakan pengingkaran atas ketiga ompung tersebut.
3. Jika Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja masuk kedalam punguan Borbor Marsada, dikuatirkan dikemudian hari pomparan dari Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja kehilangan identitas dan jati diri mereka terlebih generasi muda sekarang sudah banyak yang tidak mengerti lagi akan budaya Bangso Batak.
Saran
1. Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja hendaknya mempertahankan nama ompung mereka untuk menunjukkan identitas mereka dan tetap merupakan satu kesatuan yang utuh dari Pomparan Guru Tatea Bulan. Biarkan mereka menjungjung nama ompung mereka sendiri.
2. Tampulon aek namarsabutuha, yang jika kita tarik dalam Punguan Guru Tatea Bulan; walaupun Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja berdiri sendiri sebagai punguan yang utuh tidak akan pernah mengingkari cabang marga Sariburaja sebagai hahadoli (atau Borbor Marsada) dan tetap sebagai dongan sabutuha.
3. Punguan Borbor Marsada dan punguan yang kurang mengerti dengan sejarah, terlebih punguan generasi muda yang jika didalamnya terdapat marga dari Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja mohon meninjau ulang nama punguan tersebut dan belajar sejarah.
Maret 2008
Penulis:
1. Mantan Pengurus DPP Generasi Muda Tatea Bulan
2. Pengurus Partohab (Partukkoan Habatahon) di Tapanuli Utara – Tarutung
3. Tinggal di Bonapasogit.
Facebook Comments
81 Responses to “SIAPAKAH GURU TATEA BULAN..??”
Trackbacks/Pingbacks
- LEBAYdotJapurutdotCOM | Manik Raja - [...] Comments jonah on Pohon Kehidupan – Misteri Kejatuhan Manusiaambar on SIAPAKAH GURU TATEA BULAN..??hanif IM on Tinggal KenanganAS Gultom ...







Yang aku tau, Limbong tetap punya kumpulan sendiri dengan nama Limbong Mulana. Tapi dulu waktu di Padang, kami memang pernah masuk punguan Borbor marsada. Padahal kalo diinget2 lagi kumpulannya itu bukan keturunan Oppung Saribu Raja aja, tapi udah kumpulan Naimarata. Jadi ada kurang pengertian disini.
Thanks buat portingannya ito.
Hidup Naimarata!!
sori ada sedikit kesalahan.

untuk MALAURAJA , YANG BENAR ADALAH PASE DAN NILAMBEAN. (Terbalik dengan isi artikel.) jangan marah ya
Kritik dan saran kok hanya satu, gimana nich appara dan iboto niba ?
dari
Hasiholan Manik
Makasih ya To buat informasinya

Finally kita tw klo Limbong itu g masuk punguan borbor marsada, karena slama ini masih EnJel(Enggak Jelas) gt To.
Oh iya To, klo ito tw informasi tentang ke-5 putri Guru Tatea Bulan nikah ma marga apa aja? trus keturunannya marga2 apa aja??????
1) Siatting di Bulan
2) Siboru Pareme…. sudah tahu kan…
3) Pinggan Haumasan muli tu Sumba
4) Sibiding laut muli tu Saragi ??, bukan Mangiring Laut. (Nai Mangiring Laut adalah Isteri Sariburaja), menjadi Nyi Roro Kidul
5) Nan Tinjo,
PS: Untuk Namboru kita terutama Namboru Biding Laut, saya tidak mau membahas dalam web ini KECUALI BERTATAP MUKA . HARAP MAKLUM..
horas
Saya sangat tidak setuju dengan artikel saudara karena telah memaksakan pendapat anda ke orang lain khususnya keturunan Guru Tateabulan dan sangat menyesatkan.
Anda mengatakan bahwa anda adalah:
1. Mantan Pengurus DPP Generasi Muda Tatea Bulan
2. Pengurus Partohab (Partukkoan Habatahon) di Tapanuli Utara – Tarutung
3. Tinggal di Bonapasogit.
naif sekali kalau status anda seperti di atas berani mengklaim kebenaran dalam artikel anda tersebut. Adalah lebih berterima jika anda mengutarakan artikel tersebut melalui penelitian sejarah antropologi atau yang setara dengan standar penelitian ilmiah.
1) Tarombo Pasaribu-Raja Bondar, CV Turang-Medan. Karangan A.H Pasaribu, 1980. h 65. Pada buku ini juga, Punguan Pasaribu mengakui adanya versi-versi lain yang perlu diperjelas.
2) Tona ni Ompungta RAJA UTI, Kalangan Sendiri, A. Pasaribu, Berastagi, Edisi Feb. 2000. h 103. Pada hal ini jelas kelima nama Namboru kita disebut dan kita dapat studi langsung menuju lapangan di Sopo Parsantian Pusuk Buhit Sianjur Mulamula. Dan melalui tulisan tersebut, saya membantah tulisan-tulisan lain seperti tulisan AgOEs Makarim yang menyatakan Namboru kita ada 3,4, dan 6 dan 5 Patung Perempuan sejajar (sebaris) yang di Pusuk Buhit salah satunya adalah isteri Sariburaja.
3) Tarombo Parmulaan ni Jolma- Pomparan Ni Borbor Marsada dohot Parboruonna (Saruksuk), Gr. T.R..U Saruksuk.h 23 * buku ini dapat anda cari ke Universitas HKBP Nommensen Medan atau langsung ke Rumah Pengarang di Cigadung Raya Timur no 62 Bandung
4) Pustaha Tumbaga Holing, Dian Utama dan Kerabat (Kerukunan Masyarakat Batak), Raja Patik Tampubolon, 2002 (cetakan pertama 1964), hal. 191, 196, 197
5) Batak, adat dan budayanya, PPDB Jabodetabek, Jhon B. Pasaribu, 1993. pada h. 251-252 Penulis mengakui adanya versi-versi lain dari tarombo Pasaribu.
6) Tuho Parngoluon, Dr. Sabam Sianipar, 1991
7) Pustaha Taringot tu Tarombo Batak, CV. Tulus, MW Hutagalung, 1926
9) Vergouwen, J. C., The Social Organization and Community Law of the Toba Batak of Northern Sumatra, terjemahan Redaksi Pustaka Azet, Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba, (Jakarta: Pustaka Azet, 1986).
10)Berbagai artikel seperti Merajut Pasaribu dan Saruksuk dalam Silsilah oleh Drs. T.U Pasaribu dan makalah-makalah seminar Pengembangan Perkampungan Siraja Batak di Sigulanti, Pusuk Buhit 2 Desember 2003. * Generasi Muda Kita, diundang oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir.
11)AD/ART Pomparan Guru Tatea Bulan Medan,
12)AD/ART Generasi Muda Pomparan Guru Tatea Bulan Medan, 2003
13)Berbagai tanya jawab dengan orang tua dan pengurus punguan yang mengerti dengan tarombo Siraja Batak.
14)Penjaga Ruma Parsantian yang Di Pusuk Buhit, marga Sitohang, dan amangtua Limbong
15)Berbagai kegiatan adat seperti Gondang yang dilaksanakan di Pusuk Buhit 2002, 2003 dan juga Kegiatan Di Lobu Tua 19 Maret tahun lalu, di Barus. Tapanuli Tengah (http://www.harian-global.com/comment.php?comment.news.13816)
Sebagai mantan Pengurus DPP Generasi Muda Tatea Bulan dan Pengurus Partohab (Partukkoan Habatahon) di Tapanuli Utara – Tarutung, saya patut bertanya seberapa besar ruang lingkup anda (daerah cakupan, intelektualitas, referensi buku maupun nara sumber yang dipercaya tanpa menguntungkan sebelah pihak) untuk menyimpulkan pendapat anda seperti dalam artikel tersebut di atas.
Saya salah seorang keturunan dari Guru Tateabulan tidak pernah mendengar atau memperoleh pengajaran dari orang tua termasuk kakek saya seperti yang anda katakan dalam artikel tersebut. Tetapi saya pernah mendengar suatu turiturian yang berhubungan dengan Naimarata, yaitu pada waktu Limbong Mulana dan Sagala Raja menanam alu mohon berkat keturunan dari Mulajadinabolon. Anda tentu pernah mendengar turiturian tersebut.
Saya pernah membahas Naimarata secara imformal dengan saudara Edison Harisandy bahwa jika tujuan kita untuk menyatukan keturunan Guru Tateabulan sebaiknya menggali ide-ide baru tanpa bersenggolan dengan hal hal yang justru membuat semakin berantakan.
Keturunan Guru Tateabulan yang merantau keluar dari sekitar Limbong, Sianjurmulamula dan Samosir umumnya pasif bila bersinggungan dengan Naimarata karena akan menggores luka lama antara Sariburaja dengan adik-adiknya Limbong Mulana dan Sagala Raja.
Saya mau bertanya apakah artikel anda itu adalah tindak lanjut dari pesan untuk menyatukan keturunan Guru Tateabulan setelah mendirikan tugu Guru Tateabulan?
Dimana didirikan?
Siapa Panitia nya dan Siapa yang Jadi HULAHULA?
Atau
Foto inikah maksud saudara … diambil dari FS.Naimarata
Kami menyebutnya SOPO (Jabu) PARSANTIAN.
Diresmikan Oleh DPP. Guru Tatea Bulan pada Tahun 1995.
Dan Proses mendirikan TUGU sangat rumit, beda dengan mendirikan Sopo
Saya sangat mendukung tujuan mulia ini.
Demikian tanggapan saya
Advendes Pasaribu
Yang saya tahu, kalu Sagala Raja, Limbong Maulana dan Silau Raja disebut bukan anak Sariburaja itu benar. Kalu mereka masuk Borbor marsada itu adalah karena “pesan” dari sijolo-jolo tubu.
“Marga Borbor, yang kemudian berobah menjadi Borbor Marsada bersama-sama dengan marga Sagala, Limbong dan Malau, mereka bersatu untuk melawan marga Lontung”.(Tidak ada marga Borbor, yang ada marga-marga Borbor) Tidak dijelaskan alasan mengapa Borbor Marsada melawan marga Lontung. Kalau alasannya karena Lontung lahir sebagai buah dari incest orangtuanya yang sekandung, perlawanan Borbor Marsada terhadap Lontung benar-benar tidak adil. Lontung tidak melakukan kesalahan sekecil apapun terhadap Borbor, Limbong, Sagala maupun terhadap Malau. Lontung lahir bukan atas kemauannya sendiri dan tidak punya urusan terhadap apa saja yang dilakukan oleh Sariburaja dengan Boru Pareme sehingga Lontung ada dalam kandungan ‘namboru-nya’ yang juga adalah ibu kandungnya. Bahwa Borbor Marsada dibentuk untuk melawan Lontung pastilah merupakan gerakan permusuhan yang tidak layak karena itu Borbor Marsada versi seperti itu harus ditolak.
Dibeberapa tempat, misalnya di Bogor, bukan Borbor Marsada nama Punguan mereka, tapi nai marata. Di Depok, nama punguan mereka adalah Borbor marsada biarpun anggotanya kebanyakan dari Sagala Raja, Limbong Maulana dan Silau Raja. Pada orang batak, tona ni ompu sijolo – jolo tubu sangat dihargai sampa sekarang. contohnya Silalahi dengan Tampubolon, Simanjuntak, dll. Silalahi dengan tampubolon tidak bisa saling menikah, tapi tambunan yang juga termasuk silahi sabungan bisa saling menikah dengan tampu bolon. Jadi gak usah ada kesan seolah-olah jika masuk Punguan Borbor Marsada sejarahnya akan hilang.
Sebenarnya penulis ini tidak tahu mengenai saribu raja. Buktinya dia sebut Pasaribu ada 4. Sampai sekarang, pasaribu hanya 3 yaitu. Habeahan, Bondar dan Gorat.
Ini dapat kita lihat dengan Tugu Pasaribu Hasil Dialog Nasional Tanggal 23-24 Oktober 1988 di Sirau, Sorkam dan Sebelumnya di Tapanuli Tengah Saruksuk merupakan si bungsu dari empat bersaudara, Habeahan, Bondar, Gorat dan Saruksuk, tetapi sejak munculnya posisi Saruksuk mengisi Manuksuk, sub unit Saruksuk jadi hilang dan tampil dalam posisi baru yakni Habeahan, yang tadinya Saruksuk anak bungsu berubah menjadi anak sulung.
Perubahan posisi ini menimbulkan masalah besar di kalangan Pasaribu khususnya di Pasaribu Tobing dan Pasaribu Dolok, Tapanuli Tengah tempat Raja-Raja Saruksuk membangun “tahta “(huta) yakni di Rabaraba, Lobu Sampetua, Tarutung Siduadua, Jampalan Bidang, Lobu Siala, Sarumatinggi, Siangirangir, Sibatunanggar, Janji Nauli, Bonandolok, Sirau, Panorusan, Longgang, Tomaginjang I, Tomaginjang II, Lumbang Baringin, Batu Ronggang, Rianiate, Sidimpuan, Sibatubatu, Pansuran Dewa dan Aek Rogas.
Untuk mengatasi masalah ini komunitas Saruksuk menggagas suatu pertemuan yang luas dan mencakup keseluruhan keluarga-keluarga Saruksuk. Pertemuan ini disebut Dialog Nasional, 23-24 Oktober 1988, di Sirau, Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah. Turut diundang dan hadir disitu pengurus Pasaribu Kota Medan, dan tokoh-tokoh unit marga Pasaribu dalam lingkup Borbor, Tapanuli Tengah.
Demikian juga mengenai Hutasuhut, yg saya ketahui Hutasuhut itu tidak masuk borbor. Kebetulan waktu saya tinggal di Kebayoran Lama, tetangga saya ada Hutasuhut.
Mereka adalah MANIK yang MASUK KE SIRAJA OLOAN.
Ada juga MANIK yang MASUK KE PARNA.
Nah, disini adalah karena nama marga yang sama tetapi bukan semarga = na mardongan tubu.
Contoh marga lain misalnya Hutapea.
Bagi sebagian orang yang marga Hutapea, Huta Pea meraka yang Di Tarutung tidak sama dengan Huta Pea yang di Toba. Satu Masuk ke POMPARAN GURU MANGALOKSA = Siraja Nabarat, Siraja Panggabean, Hutagalung dan Siraja Huta Toruan (Huta pea dan Tobing) dan yang di Toba masuk ke Pomparan Ompu Pardungdang … Pangaribuan
Menurut saya, tolong dipikirkan dengan matang, apa benar Limbong Mulana, Sagalaraja dan Silauraja yang masuk Punguan Borbor Marsada adalah orang yang tidak mengerti dengan sejarah, karena saya yakin para orang tua kita tidak sembarangan mengenai hal ini. Orang tua kita adalah para ahli yang tidak mau sembarangan dan sangat menjaga nama dari ompu mereka. Semoga ……
Oldi Pasaribu & Ningrum Pasaribu, Maaf sebelumnya…
Kedua nama ini sepertinya satu orang yah?


Kenapa harus memakai nama email yg berbeda yah?
karena saya melihat IP address anda sama dua2nya
halah….. topik ini lagi topik ini lagi…. hihihihihi….
Aku sih udah tau soal permasalahan nama borbor dan naimarata ini… Saranku dari dulu sampe sekarang kita gak usah pake kedua nama itu kalau kita mau bersatu. Karna ada sejarah hubungan yang kurang baik dulu diantara ompu kita itu…
Namanya juga mau mempersatukan
, jadi lebih baik kita ambil nama dari leluhur keduanya yaitu: “Punguan Pomparan Ni Guru Tatea Bulan Boru Bere” dan sudah banyak perkumpulan yang menggunakan nama ini, salah satu penulis artikel diatas…
Usul ini dah sering kali kubilang di milis naimarata termasulah itu yang punya web ini.. tapi apa daya blom ada yang menanggapi.. hihihihi…

btw, ada yang tahu sejarah dinasti pasaribu??? dari mana asal usulnya dan keturunanan dari ompu yang mana???

Salam Hangat dari pardosa
Harry Pasaribu
Gorat No. 17
Mauliate godang ma atas usaha ni appara,
Alai porlu igototta appara mengenai goar ni parsadaatta adong mandok naimarata adong muse mandok bor-bormarsada, jadi dison porlu do hita manat asa unang terjadi akka kesala pahaman di hita namarhamaranggi, gabe sada si humisik doon dihita, piga2 halak husukkun akka natua-tua asing do alus ni nasida dang adong nasarupa.
Jadi dison pe goarni punguan nami, punguan naposo bulung pomparan ni siraja bor-bor,limbong mulana,sagala raja dohot silau raja.
jadi pesanku appara manat ho lao pasahat ton pesan on.
thanks, Mula Tua Limbong
MAULIATE… HORAS
Sada pe dang adong na tikkos jala dang adong na sala, ima alana gabe marganjang2 sian na jolo sahat tu saonari taringot tu goar porsadaan on. Alai di hita generasi sisaonari na mangantusi taringot tu “Musyawarah untuk mufakat”, denggan jala unduk ma hita mangantusi didia do hita jongjong dohot hundul. Nda adong be labani na mangasahon parbinotoan habisuhon, hagogoon, uhum dlna.. Ai di ginjang ni pardiginjang adong do pe nadiginjang na. DOS Ni ROHA do SIBAEN na SAUT, , ,
Baen ma jo hita na dison mengerti sude taringot SEJARAH, sangat PAHAM.. Alai molo martaringot tu Bukti2 apalagi na Otentik na mendukung tu parbinotoanta taringot tu habatahon ndang adong be na boi bertanggungjawab, otik jala mansai otik hian do bukti (arkeologi) na boi dapotta.
Mauliate ma didok tu hamu uda Hasiholan Manik na olo berbagi informasi marhite web on. Otik manang godang sai adong do na denggan na boi gabe patamba informasi taringot tu hita na saompu ima Pomparan ni Ompungta Guru Tatea Bulan. Las do roha ndung hujaha jala huida godang ni tanggapan taringot artikel muna on, na tubu tu roha: Peduli dope hape generasi batak sisaonari tu habatahon.
Horas.. Horas .. Horas ..
SAI TIUR MA SONGON MATANIARI, RONDANG SONGON BULAN, RINTAR SONGON BONANG DI GALA, JALA SAI TIUR MA LANGKAMU TU HASUNDUTAN. DISIPAHA SAMPULUDUA, ARTIA…. ARI NA TATITI JALA ARI NA TA BUHUL, HUPAIMA, HUPIO DO HAROROM
NISUAN SAESAE DOHOT SIMONANGMONANG.
DITOPI NI HUTA DOLOK PARIKSABUNGAN.
SAI SAE MA HITA SIAN NA LUNGUN JALA MONANG DIPARALOAN.
SADA TAHI MA HITA HUDOLOK HUTARUAN JALA UNANG LOJA MASIANJUANJUAN.
SAI SAUT MA HITA PASADAHON POMPARAN NI OMPUTA
POMPARAN GURU TATEA BULAN SIAN DESA NAUALU.
HORAS…HORAS…HORAS.
Memang benar kita harus tahu sejarah. Tapi kalo sampe sejarah itu malahan membuat kita semakin menjauh dengan “saudara kandung” kita sendiri untuk apa??? Useles lah. Aku nggak pernah mau tau (bukan berarti nggak peduli) kalo ada yang bilang naimarata beda dengan borbor marsada atau sebaliknya. Sepanjang aku tau bahwa sama-sama keturunan Guru Tatea Bulan, aku akan tetap memanggil mereka dengan sebutan ampara atau ito atau bapatua/ingangtua atau bapauda/inanguda.
Tulisan ini menurutku bagus. Coba masing-masing kita memandang secara positf aja. Ini merupakan opini dan menurutku pribadi berdasarkan penelusuran, baik literatur maupun diskusi. Nggak mungkin Ampara Hasiholan Manik menulis ini secara sembarangan. Tapi mungkin ada referensi yang kurang sehingga sebagian kita merasa tulisan ini membuat hubungan antara naimarata dengan borbor marsada malahan semakin merenggang. Mari sama-sama kita anggap tulisan ini sebagai opini. Kalau ada yang kurang berkenan, buat opini balasan, dalam artian untuk memperkokoh keturunan Guru Tatea Bulan dan bukan malahan semakin merenggangkannya. Percayalah bahwa meskipun tulisan ini dianggap benar oleh sebagian kita, namun pasti ada juga yang menganggap tulisan ini salah dan menyimpang. So… Positif thinking aja. OK Ampara, Ito dan semuanya.
Malu kita kalo harus “berantam” hanya karena masalah ini. Liat tuh Tanjung, Padang, Daulai, Rambe, Sitangkar, Tinendung yang udah mulai nggak mengakui dirinya Batak. Kebanyakan bilang suku Mandailing dan Mandailing katanya bukan Batak. Makin ancur kan kita. Masih banyak lagi deh kasus beginian.
Kalo mau kasus yang lebih besar, sekarang semakin banyak orang Batak Karo yang menyatakan Bahwa mereka bukan suku batak melainkan suku yang independen, terpisah dari Batak, yaitu suku Karo. Halah… Makin aneh emang bangsa ini. Bukannya berlomba-lomba untuk bersatu malahan berlomba untuk memisahkan diri.
Padahal gampangnya melihat yang batak atau enggak. Kalo dia batak, bilang angka satu pasti SADA. So… Toba, Simalungun, Mandailing, Pakpak (Dairi), Karo kita itu SATU… Bangso Batak. Ngapain sih mencoba memisahkan diri… Demikian juga dengan kita Keturunan Guru Tatea Bulan. Kita itu satu. TITIK!!!
Mulyadi Pasaribu
Gorat 17
Oiya… Buat ampara Edison Manik, aku add juga linknya di blogroll kategori Anak Medan ya Ampara. Thanks dah berkunjung balas dan meninggalkan jejak. Horas!!!
Mauliate di hamu apra Mulyadi Pasaribu

Selamat menikmati hidangan yg telah tersedia
Oiya… Ralat… Barusan konfirmasi sama orang Bapak di Huta (Siantar). Katanya aku Gorat No. 16
Tujuan kita untuk meyatukan seluruh Pomparan Guru Tatea Bulan ..!!
@hasiholan
bieh.. jawabnya g sama dgn yg kutanya… aku nanya soal kerjaaan pasaribunya bukan tarombo… hehehe… dinasti pasaribu yg naik turun itu di daerah barus sana.. ada yg punya versi lengkapnya???
soal tarombo tentulah kami punya tarombo kami…
@Adieska
bieh.. nmr 16?/ berarti Uda ku lah y??? uda… ada tarombo mu uda?/ bisa ko kirimkan amaku?? biar kucocokkan dl dgn punyaku.. kirim ke harry2604@gmail.com ajah yah…
Horas…
btw, ada yang tahu sejarah dinasti pasaribu??? dari mana asal usulnya dan keturunanan dari ompu yang mana???
Coba cari buku Tarombo Parmulaan ni Jolma- Pomparan Ni Borbor Marsada dohot Parboruonna (Saruksuk), Gr. T.R..U Saruksuk. Disana ada dibuat kerajaan Pasaribu lengkap dengan petanya atau coba cari di Internet dengan kata kunci “Sultan Ibrahimsyah” dia adalah keturunan Parubahaji – Pasaribu Saruksuk.
Selamat mencari.
Horas,
Ndang hea hubege Malau generasi papigahon ma ahu. Jotjot hudok : ahu Malau generasi (=nomor) 2000 (etonganna : satu generasi 25 tahun, saya duga Pusuk Buhit dihuni pada 50 ribu atau 60 ribu tahun yang lalu setelah gunung Toba meletus 70 ribu tahun yang lalu) . Siandia do dalanna hamu Ampara Hasiholan porsea hamu Manik Raja generasi 16 ?????
Ahu rade manjalo gugu hata sian hamu sude.
Mauliate.
Sabam Malau
Medan, 3 Sept 2008
dapatkah anda meberikan kepada saya sejarah kerajaan simargolang beserta keturunannya……saya sedang menacari data tersebut dan bisa email ke bahrein_arie@yahoo.com
terima kasih
Horas ma di hamu sude
Tu Amangtua SABAM MALAU, semoga amangtua adalah orang yang saya kenal yang ada di UHN Medan.
saya pernah bilang bahwa manik telah habis nomor, yang kemudian saya perjelas bahwa MANIK (MANIK DARI KETURUNAN OP. SILAURAJA) ITU TIDAK PUNYA NOMOR. yang pakai nomor itu Manik Siketang dari Dairi (Pakpak Barat) dan MEREKA BUKAN DARI KETURUNAN OP. SILAURAJA….
SOAL HITUNGAN yang Amangtua hitung, saya sangat setuju dan hitungan kita tidak jauh beda. bukankah dalam tulisan saya, saya mengatakan umur Bangso Batak itu telah beribu tahun
…. Pendahuluan…. mengingat umur Bangso Batak telah mencapai ribuan tahun.
dan jika Amangtua adalah benar dari UHN, saya kirim salam kepada amanguda Parada Manik.
Mauliate,
Parapat, 18 September 2008
Horas ma di hita saluhut
Nanihaholongan Ampara niba Hasiholan Manik di Parapat, mauliate di responsmuna. Hupasahat pe tabe muna tu Anggihu Parada Manik.
Horas.
Tabe sian ahu,
Sabam Malau
Medan, 23 Sept 08
Sy ingin tau sjrh ttg siapa SULTAN SIDINGGOL n jg ttg BAN0AT0RU PANDEBOSI yg k0n0n mrga lubis
horas lae
Pengurus GM-PGTB tahun berapa lae?
?
horas lae, katanya anda pengurus GM-PGTB, lae pengurus tahun brp? alumni mana?.soalnya saya yg pertama membuat gagasan logo dr GM-PGTB dan sekretaris pertama. goarhu Muchtar S Sinaga, alumni Nommensen Medan.
Horas
Sepertinya aku harus banyak belajar lagi, terimakasih banyak atas postinya
Salam
JSP
ASAL USUL BORBOR MARSADA
Ketika Nai Mangiring laut melahirkan si Raja Borbor, suaminya Tuan Saribu Raja sedang berkelana. maka saat sat terakhir menunggu kelahiran anaknya persembahan kepada Mulajadi nabolon di lakukan oleh adek-adek saribu raja yaitu Limbong Mulana, Sagala Raja, Malau Raja dan di saksikan juga oleh ayah mereka Guru Tatea bulan
Nai Binding laut mengajak mereka semua untuk berdoa (martonggo), sesat kemudia hujan turun lebat (hujan maborbor), mereka semua basah kuyub,sesat kemudian lahirlah anak laki-laki dan mereka memberi nama kepda si anak RAJA IBORBORON,sebab mereka baru saja di borbor hujan. Sejak itu LIMBONG MULANA, SAGALA RAJA,dan MALAU RAJA merasa bersatu dengan bayi yang lahir itu.
Kisah selanjutnya,
Setelah si Raja Lontung dan siraja borbor meninggal tinggallah generasi berikutnya.
Raja HAtorusan II,anak sulung Siraja BObor mengambil alih pimpinan keluarga.Kemudian atas usul Keturunan LIMBONG, SAGALA , DAn MALAU perlu diadakakan kesepkatan bersama antara keturunan Si raja Borbor dengan keturunan Limbong,Sagala dan Malau, maka untuk nama ikatan keturunan mereka di beri Nama BOBOR MARSADA. Mereka waktu itu memiliki SEBUAH IKRAR yang sudah di sepakati sbb :
1. Nama parsadaan untuk keturunan Si Raja BOrbor, Limbong mulana,Sagala Raja, dan Malau Raja adalah Borbor marsada.
2. Keturunan keempat bersaudara ini akan selalu sisada lulu anak sisada lulu boru
3. walupun di belakngan hari akan timbul marga baru, sesama keturunan mereka tidak di izinkan saling kawin.
4. Apabila ada paniaran (istri0 salah satu Borbor Marsada jadi janda, anggota keluarga borbor marsada sama hak untuk mengawini (mangabia) kecuali ada pertimbangan lain.
5. Apabila ada yang sudah terlanjur melanggar point nomor 3 di atas, tidak perlu lagi di pisahkan apabila sudah saling mengasihi.
Kekerabatan yang timbul oleh perkawinan terlarang tersebut, hanyalah sebatasumur mereka dan keturunannya di kemudian tidak bisa lagi melakukan hal serupa (manunduti)
Napak Tilas sejarah BORBOR MARSADA di zaman modern :
Pada hari minggu 16 mei 1937, marga marga yang tergabung dalam bobor marsada mengadakan KONGRES sehari di GEREJA HKBP HAUNATAS, LAGUBOTI, TAPUT.
Keputusan KONGRES adalah :
1. Sepakat mendirikan BORBOR BOND dengan pengurus G. Parapat (ketua), M Pasaribu (Sekretaris) dan H Pasaribu (bendahara)
2. Mengenai soal tidak saling mengawini tetap di pertahankan.
3. Mengenai silsilah atau tarombo kalo ada yang kurang lebih akan di perbaiki bersama
4. Mengenai rencana pendirian BORBOR BANK akan dipikirkan lebih matang lagi
5. Batu HORBON si anjur mula-mula sebagai bukti sejarah perlu di rawat dan di pagar oleh pengurus.
6. Mengenai Raja Borbor dan Raja Lontung, BORBOR adalah sebgai Abang karena lebih dulu lahir
7. Barang pusaka seperti hujur siborboron,hujur jambar baho diserahkankepada pengurus untuk di simpan
8. BAHAN CERITA LEBIH JAUH MENGENAI RAJA HATORUSAN (RAJA UTI ) DISERAHKN KEPADA KEPALA KURIA SORKAM KIRI, TUANKU SUTAN ALAMSYAH BATUBARA. KARENA BARUSLAH TEMPAT TERAKHIR BERMUKIM RAJA UTI.
semoga materi ini bisa sedikit menambah informasi tentu untuk di diskusikan panjang lebar dengan hati yang tenang..
Horas
rudi juan carlos sipahutar no 14
(tidak bisa menolak utk martarombo berdasar pada karya sjarah yang tertulis)
horas semuanya,.. saya bingung masuk organisasi yang mana; borbor atau naimarata?
hai, Q Rini q mw mksh atas informasinya tentang marga sagala sebab aku yang marga sagala az gk tw dari mana keturunan ku
gak ngerti deh, ternyata begitu ya silsilah marga batak, thanks atas postingannya,
hardial limbong
FHUI 07,
aku cuman bilang
Salut…. masih ada orang batak yang perduli tentang budaya
dan bisa menyebar luaskan melalui media2 sperti ini.. dan sanggup mengadakan penelitian dan segala macam….. dan betul2 nampak ciri dari tujuan yang amat sangan mulia….
saya akui saya kurang tau di bagian tarombo…. tapi yang aku tau smua orang batak pada umumnya 1….
dan tidak ada yang bilang nga??
kenpa? karna kita berasal dari 1 dan menjadi banyak. klu kita kaitkan ke masa sekarang. apakah boleh yang namanya abng adik menikah? nah karna kesalahan (kekhilafan atau semacamnya ) yang terjadi di masa yang lalu…. maka kita tersebar ke mana2. dan intinya kita semua orang batak satud darah. hanya satu darah yang mengalir kepada orang batak.. yaitu darah dan daging dari OPPUI SI RAJA BATAK…. ( klu ada yang sanggup bilang gak? tolong kirimkan alasan ke alamar email aku Dickya@ymail.com)
Horas…………….. Horas…………….. Horassss
Horas jala gabe dihita saluhut na. Memang kt sadar bhw kt generasi muda mmg msh kurang faham & kurang mengetahui tentang silsilah terutma silsilah Guru Tatea Bulan, disini bnyk saya baca komentar appara2ku,& ito2ku, ada yg bertolak belakang, ada yg mendukung. Buat apparaku Hasiholan Manik, truskan karyamu appara membuat artikel2 tentang Oppung Ta Guru Tatea Bulan, kpd laeku Muctar Sinaga mmg benar hasiolan manik pernh pengurus Generasi Muda Pomparan Guru Tatea Bulan periode 2000-2003. Saya megharapkan kpd semua pomparan Oppung Ta Guru Tatea Bulan jgnlah kt mempersoalkan tentng perbedaan2an, semua keturunan Oppung Ta Guru Tatea Bulan adalah sama tanpa membedakan unsur2 lain. Tentang nama2 perkumpulan itu tdk ada masalah krn itu semua tergantung pd kesepakatan semua keturunan Oppung ta. Mauliate ma di Apparaku Hasiolan Manik. Dari : PRESIDIUM DEWAN PIMPINAN PUSAT GENERASI MUDA POMPARAN GURU TATEA BULAN/BORU/BERE. OBERLIN TOUR SAGALA ( UCOK SAGALA ) M E D A N.
kenapa baru2 ini muncul nyi roro kidul masuk bagian dari orang batak( sibiding laut) apa bisa dibuktikan secara lisan maupun tulisan? karna nyi roro lkidul diyakini ketirunan dari jawa bkn batak ,,harap maklum Cs…Horas
horas ma dihita sasude
na adongdo sukhun-sukhun hu tu hamu taringot tu ompu Tatea Bulan
Alana singkat cerita naheado ompungtaon ro tu parnipian hu.
Anggo ciricirina marulos nabontar dohot pardagingonna agag kurus, tibbona songon halak batak pada umumna.
Hera-hera songoni majo gambaranna, alai na mabbaen au penasaran sahat tu sadarion ditikki ro tuparnipianhu au iboan tu dolok2. dolokon curam hian ibana
ditonga ni dolok i adong hau nabalga nang tumbang. alani balgani hau i uratna sahat tu puncakni doloki. didok ompu i ma. sianondo dalan tu huta ompunta si raja batak. huberengma uratni hau i gabe mambentuk tangga tu puncak i jala tarida ujungni jabu ruma batak idoloki. alai tangga2i marlimut-limut jala landit alana mengalir aek siani. ya hau i nakkin marruang tu bagas. masukkma au tubagas jala siat sada jolma do dibagas. ya di tongani hau i adong sawan tubu ya pas dijolokhu bariba tao toba do innna rohakhu i, jala idok ompu i ma anggo i tempat peristirahatan ompu siraja batak anggo mulak tu hutana. sukhun-sukhunhu tu hamu namangattusi ceritakkhon. memang tohodo nahunipion anggo toho hera idia do tempatna.
mauliate madihamu, horas
aku cuma mau bilang putri dari ompu kita guru tatea bulan memang ada lima.yaitu:
1.sibiding laut (maringanan di pantai selatan)
2.siboru pareme(dikawini oleh saribu raja itonya sendiri dan melahirkan
sirajalontung.siraja lontung juga menikahi ibunya karna
mengira ibunya adalah paribannya tapi itu memang sengaja
dilakukan oleh si boru pareme karna anaknya selalu
menanyakan boru tulangnya.padalahal tulangnya adalah
tidak lain ayahnya sendiri,sisariburaja.untuk menhindari
pernikahan sedarah inilah si boru pareme mengaku sebagai
buru tulangnya
3.siboru paromas
4.sianting bulan(bertugas dibulan untuk mengajari anak kecil tertawa,menangis
dan menjaga agar tidak jatuh dari tempat tidur)
5.nantinjo (na maringanan di malau)
Yang ingin saya tanyakan, kalau memang ada keinginan mempersatukan pomparan ni Ompu Guru Tetea Bulan, lalu bagaimanakah posisi marga-marga pomparan ni Raja Lontung dengan Marga-marga Pomparan ni Borbor Marsada maupun Punguan Naimarata. Hubungan kekerabatan yang seperti apa yang akan ditawarkan.
wah…..br baca aku….bener2 salut……bagus buat di baca…
Horas Abang,
Untuk artikel berikutnya coba abang buat artikel ttg Marga Manik. Buat abang dulu artikel ttg sejarahnya sampai penyebarannya supaya perlu diketahui oleh publik. Alangkah baiknya sejarah marga Manik Raja supaya sangat terlampau melebar.
Saya setujuh dengan artikel Abang ini. mauliate !!
Horas jala gabe di hita saluhutna.
Mantap… Saya juga sangat setuju dibuat artikel ttg marga Manik, sesuai usulan H.MANIK, karena pada umumnya marga kita tidak pakai nomor, Saya keturunan dari Gr.SOHALAOSAN dari Samosir, appara saya keturunan Gr.MANGALONSING dari Tarutung, yanglain Manik TOMOK, yang satunya lagi Manik SIPOLHA dan ada juga dari Dairi, setelah kami sandingkan Tarombo masing2 kurang konek, masalahnya apakah terletak pada SUNDUT dari atas atau yang lain. Info awal Gr.SOHALAOSAN keturunannya (Manik Huta Ginjang, Manik Siparapat dan Manik Sihusapi), jadi kita Marga Manik perlu duduk bersama untuk menyamakan persepsi dan menggali asal usul dan kami dari rantau siap datang ke Bonapasogit, atau dimana saja.
Salam untuk semua dongan tubu, termasuk keturunan Gr.Tatea Bulan Borbor Marsada~Naimarata, Silauraja.
horas…
manukkun majo au tu hamu manang natua-tua, molo dibahen hamu punguan pomparan guru tatea bulan, didia ma posisi ni marga lontung?
mauliate
Horass…
Saya sangat rancu melihat articel Anda ini…
Articel tulisan Anda ini tidak lengkap sepertinya anda kebanyakan mengada-ngada. Atau jangan-jangan anda hanya bertujuan untuk menaikkan traffic kunjungan ke website anda dan bukan untuk memberikan informasi kebenaran…
Kalau memang hanya untuk menaikkan traffic kunujuan tujuan Anda sangat disayangkan…
Keturunan Guru Tatea Bulan ada Raja Uti, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. yang perlu ingin kami ketahui apakah dari keturunan Saribu raja (Borbor) menganggap tetap lebih tua dari marga Limbong mulana, Sagala Raja dan Malau Raja.
Mohon bantuan penjelasan
Horasssssssssssssssss
Dari konteks “Nama Marga” tetap Limbong, Sagala dan malau yang lebih tua. Tetapi dari silsilah Borbor lebih tua.
“;;” HORAS DIHITA SALUHUTNA “;;”
” molo nadenggan i ta tiop hita gomos, alai molo akka nasalai rap masi paturean hita. unang adong akka namarbadai, apalagi hita nasamarga (nasabutuha).
“;;” MAULIATE “;;”
PAS DOI NA DIDOK NI BAPA UDA HASIHOLAN I,,,,,
horas amanguda
awalnya saya pikir masalah ini hanya terjadi di kupang(NTT), soalnya sampai sekarang kami tidak masuk punguan disini dengan alasan menggunakan nama borbor marsada,
tpi menurut saya artikel appara ini sangan membantu untuk menyelesaikan masalah ini andaikan kita melihatnya dari sisi positifnya.
mauliate, horas
Suara dari tanah Papua!.
Dihita saluhutna namardongantubu!. Au dang setuju dibaen Punguan Gr.Tatea Bulan, alana Raja Lontung pe keturunanna do, pokok persoalan apakah yg sebenarnya NAIMARATA atau BORBOR MARSADA, sama-sama ada alasan memakai nama itu, pemakaian nama NAIMARATA, harapannya adalah utk mengakomodir seluruh Keturunan Gr.Tatea Bulan diluar keturunan Raja Lontung, sedangkan untuk keturunan RAJA BORBOR berpikir untuk mengakomodasi seluruh anggi partubu ditambahlah BORBOR MARSADA (hasil kesepakatan di Haunaatas, sesuai hasil penelitian sejarah oleh seorang Guru Besar Universitas Lampung Prof.DR.M. Manik). Saran kepada kita semua namardongan tubu, tapasadama rohatta, kalau perbedaan saja yg kita tonjolkan, maka akan semakin rumit dan menjauh kita satu sama lain, kalau perbedaan pendapat ini yg kita tonjolkan, maka ruginya nanti pada keturunan kita dan kita akan menyesali diri kita sendiri, khususnya yg di rantau, karena akan susah mengajarkan kepada seorang anak marga MANIK, yg dlm pergaulan/kekerabatan tidak pernah tau siapa itu Boru Harahap, yg nota bene itonya jadi dipacari dan akhirnya dikawini. Saya mengajak kepada keturunan Raja Borbor, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Lauraja membentuk Punguan dengan nama NAIMARATA BORBOR MARSADA, sehingga win-win solution, karena pada hakekatnya timbul persoalan punguan ini sumbernya adalah dari Sariburaja disatu pihak dan dipihak lain Limbong Mulana marsibuatan dengan Sagala Raja, sedangkan SiLAURAJA sebagai siampudan selalu sayang kepada semua Abang dan Itonya. Tu Appara niba HASIHOLAN MANIK, galijo taromboni Manik Raja ate, alana menurut au Hami di siakkangan Manik Simanindo/Ambarita, beha muse menurut lakkam.
Jadi botima, Horas jala gabe dihita saluhutna pinopparni Gr.Tatea Bulan (Raja Borbor, Limbong Mulana, Sagala Raja, Silauraja ~ NAIMARATA BORBOR MARSADA.
SANTABI MA DIHAMUNA (lumobi ma tu na targabung di klub naimarata)
menanggapi akka pendapat na adong di blogg on, au pribadi selaku keturunan ni Guru Tatea Bulan (Raja Lontung) menyambut dengan senang hati sakkap ni rohamunai nanaeng pasadahon pomparan ni ompui, Guru Tatea Bulan.
alai molo boi nian manat jo tapikkiri jala tarimang-rimangi. alana boasa molo marga lontung gabe dianggap bere hape aturanna molo sian silsilah guru tatea bulan siakkangan do molo di partubu (sian sariburaja). songon nidok ni umpama: parjolo tubu, hahani partubu. jadi molo usul sian au naposo, molo disangkapi rohanta do nanaeng pasadahon i, ba naeng majo nian di restrukturisasi parhundul ni marga2 lontung maradophon marga2 naimarata. molo gabe manganggap bere do naimarata tu marga lontung berarti gabe adong na keliru, sebab kita bukan patrilineal lagi, melainkan campuran (alias sesuka hati). dihamu akka damang dohot dainang, molo nanaeng paturehon do hita berarti ikkon betul2 ma hita mangalului solusi yang bijak dan cerdas.
kita harus cermati. jaman dahulu pada masyarakat batak mengenal 3 marga yakni: marga lontung, borbor dan sumba.
oleh karena itu jelas bahwa keturunan guru tatea bulan mengalami perpecahan (lontung vs borbor+limbong mulana+sagala raja+silau raja.).
kenapa keturunan raja isumbaon memakai marga sumba (isumbaon). sedangkan keturunan abangnya yakni Guru tatea bulan tidak memakai namanya?? karena perpecahan tadi, yakni lontung dan borbor (naimarata)
klo kita mau mamperbaiki maka marilah kita lakukan bersama-sama tanpa ambisi yang berlebihan dengan mengesampingkan dendam sejarah antara lontung dengan borbor.
sudah merupakan penyakit bagi orang batak bahwa warisan adalah pargulutan sesama saudara. dan ini juga yang menjadi cikal bakal permusuhan diantara sebapak antara anak sariburaja yang berbeda ibu. maka keturunan borbor beraliansi dengan keturunan limbong mulana, sagala raja dan silau raja. sedangkan marga lontung bersatu dengan borunya yakni sihombing dan simamora. oleh karena itu jelas bagi saya bahwa perseteruan itu murni politik.
jadi klo kita mau memperbaiki kesampingkan dulu nilai2 politik dan marilah kita cari solusi untuk kebaikan bersama. MANAT UNANG TARTUKTUK, NANGET UNANG TARROBUNG.
menurut hukum dalihan natolu bahwa hukum yang pertama dan utama adalah:”MANAT MARDONGAN TUBU”.
IMA JO TANGGAPAN SIAN AU.
hupangido pendapat sian hamu amang, inang, lae, ampara. mauliate.
horas……..
Dear Amparas dan Itos,
Aku pribadi pernah dengar hal ini dari natua-tua, pesan mereka “kalau kenalan sama dongan tubu atau ito mu, katakan kita sama-sama NAIMARATA, bukan sama-sama BORBOR”.
Kemudian mereka menjelaskan sejarahnya, termasuk halnya dengan istilah BORBOR MARSADA.
Yang aku tangkap dan menurutku logis dengan berpatokan ke sejarah tersebut, BORBOR MARSADA adalah persatuan antara keturunan Si Rajar Borbor dan Si Raja Lontung, dimana dalam hal ini keturunan dari Borbor merasa masih sedarah dengan keturunan dari Lontung. Berhubung yang diakui secara paradataon adalah keturunan Si Raja Borbor, maka dengan rasa sedarah yang tinggi di masyarakat, ketika ada pertemuan antara sesama keturunan Ompung Saribu Raja yaitu Lontung, maka digunakanlah istilah BORBOR MARSADA.
Alasan Aman Hasiholan di atas merupakan alasan penting kenapa keturunan Sagala Raja, Limbong Mulana, dan Silau Raja tidak boleh mengatakan mereka sesama BORBOR (Borbor Marsada), karena secara garis keturunan seharusnya Borbor memanggil Bapauda terhadap ketiga ompung tersebut.
Kebetulan ibuku merupakan keturunan Si Raja Lontung, dan pengertian dari BORBOR MARSADA dan NAIMARATA seperti penjelasan di atas pun sering aku dengar dari keturunan Si Raja Lontung, terutama di seputaran Samosir.
Nah mengenai penjelasan dari Ampara Rudi Juan Carlos Sipahutar sebenarnya cukup menarik, tetapi aku malah baru mendengar cerita seperti itu. ^_^
Kemudian mengenai Pasaribu, setahuku dari cerita-cerita tersebut.. Pasaribu Habeahan adalah keturunan seorang marga Limbong yang dilarang keras menggunakan marga Pasaribu terutama di sekitar Kampung Limbong-Sagala karena telah “mangalap” ito-nya sendiri yaitu antara boru Sagala atau boru Limbong (sebelum diresmikan secara adat untuk marsibuatan antara Limbong-Sagala). Sehingga apabila keturunan dari ompung tersebut berkunjung ke Kampung Limbong-Sagala, tidak akan berani atau pernah menggunakan marga Pasaribu, dan harusnya mengakui dirinya sebagai marga Habeahan.
Itulah juga yang menjadi alasan kenapa marga Habeahan bisa menikah dengan boru Sagala, karena dianggap marga Limbong. Berhubung Marga Limbong dan Marga Sagala sendiripun sudah bisa saling menikah (marsibuatan) setelah ada kesepakatan dalam pesta adat besar-besaran (lupa cerita detailnya).
Begitu sekiranya yang aku tangkap dari ketertarikan mengenai tarombo ini, mohon diluruskan apabila ada yang salah atau kurang.
Yang menjadi pertanyaanku adalah dari manakah asal muasal nama NAIMARATA sendiri? ^_^
Mohon pencerahannya..
Marsilambok roha ma hita na mardongan tubu, marlobi mangalusi akka tarombo hita be, sisada do hita on.. emmma tutuu.. ^_^
Horas Jala Gabe
tuk saudara Jekson.
lontung tidak pernah masuk ke dalam borbor marsada. walaupun tidak tertutup kemungkinan lontung dan borbor atau naimarata bersatu, tapi tidak dalam wadah borbor marsada. borbor marsada ialah kumpulan keturunan raja borbor, itu saja.
Bagaimana kalau di artikel ini dilengkapi dengan “diagram pohon” dari Guru Tatea Bulan sampai marga-marga yang ada di Batak. Jadi semua yang berselisih bisa tau & mengkoreksi apa yang perlu.
Terima kasih.