Hari jadi PT.South Pasific Viscose ke-25 ditandai dengan inovasi dan keindahan. Bahan dasar yang halus dari viscose mampu membuat kain tradisional dari Batak berubah menjadi leih lembut dan elegan. Selain itu materi dasar Viscose yang digunakan kabarnya terbuat dari bahan tidak beracun dan ramah lingkungan . Karakter yang penting dalam materi dasar cellulosic adalah warna terang, karena daya serapnya lebih kuat dari katun.

Ulos sebagai koleksi papan atas.

Fashion Show Kali ini Merdi Sihombing menata inovasi barunya ke dalam koleksi kain bertemakan PARTONUN. Dalam bahasa Tapanuli artinya perempuan penenun. Dalam pandangan Merdi Sihombing, perempuan – perempuan itulah ujung tombak dari inovasi terbaru ulos yang dikerjakan Merdi selama 2 tahun di Sumatera Utara.

Biasanya, ulos identik dengan bahan berkarakter tebal dan kaku, tapi di tangan Merdi Sihombing , image itu berubah. Ulos yang baru berubah dalam beberapa hal. Di dalam ulos tradisional, motif kain ikat hanya di tengahnya saja. Tapi kini motif disebar di pakaian sebagai bagian dekorasi. Lalu manik manik yang disisipkan di dalam kain dirubah dengan menggunakan CRYSTALLISED dari Swarovski Elements. Kini ulos tampak lebih lembut dan lebih menyala mewah.

Dalam melakukan pembaharuan pada ulos, Merdi Sihombing tidak merubah komposisi motif, tapi ia hanya merubah benangnya tradisional menjadi benang viscose yang dihasilkan oleh PT.South Pasific Viscose. Bahkan, untuk memaksimalkna performa kain, Merdi melakukan perluasan kain hingga 1 meter agar kain tenunan tidak memerlukan sambungan lagi di tengah-tengahnya.

Menjadi modern bukan berarti lupa tradisi atau kearifan lokal. Warna- warni Ulos-ulos baru ini masih menggunakan pewarnaan alami dari pohon-pohon Indonesia;seperti Mengkudu, secang (untuk menghasilkan warna merah), bunga kembang sepatu, bunga sedap malam, kulit nanas, dan daun mangga.

Merdi bertekad akan terus mengembangkan kain tradisional terutama tenung, “ Karena tenun lah induk dari kain tradisional sebelum berkembang menjadi batik. Maka kita perlu mencintai tenun,” katanya.

Kain asli Indonesia yang menggambarkan watak dan indentitas bangsa memang patut dilestarikan. Upaya untuk terus mengembangkan inovasi bersama antara pelaku usaha (PT.SPV) dan fashion designer yang peduli pada nilai budaya diharapkan bisa mengangkat tradisi menjadi dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia sendiri, sampai mancanegara.

Ulos bergaya urban
Kain tenun tradisional ulos dari Batak dikenal dengan sifatnya yang kaku dan tebal. Berkat inovasi, kini ulos tampil beda. Itulah yang dilakukan perancang mode Merdi Sihombing yang telah mengubah bentuk ulos menjadi lebih mewah dan ringan.

Melalui peragaan busana bertajuk Partonun, yang dalam bahasa Tapanuli berarti perempuan-perempuan penenun, beberapa waktu lalu Merdi menampilkan ulos dengan kesan baru dan warna-warna berbeda.

Pembaruan itu meliputi penggunaan benang viscose, motif, dan warna. “Mulai dari penelitian sampai terwujudnya peragaan busana ini, saya lakukan selama dua tahun,” kata Merdi yang lima tahun lalu mengembangkan busana Badui.

Penampilan ulos itu juga berbeda. Dia melakukan diversifikasi alat tenun dengan menjadikan lebarnya sepanjang satu meter sehingga kain yang dihasilkan tidak perlu lagi memakai sambungan di bagian tengah.

Ulos yang ditenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) itu ditampilkannya dalam dua jenis, yaitu tenun ikat dan songket.

Bila pada ulos tradisional motif tenun ikat terletak hanya di bagian tengah, kini Merdi mengubah letak motif itu menjadi ragam hias pada keseluruhan kain.

Butir manik-manik alam menyisip pada kain dan menjadi kekhasan kain ulos diganti dengan kristal swarosvki yang gemerlap. Begitu pula dengan songket yang selama ini menggunakan benang katun kini tampil mewah dengan benang viscose yang juga dipermanis dengan kristal.

Kain ulos dengan motif ikat itu kebanyakan ditampilkanya bentuk selendang atau kain. Ulos itu dipadukan dengan gaun bergaya modern, sehingga terdapat penampilan yang memadukan gaya barat dan timur, khususnya Batak.

Songket ditampilkan dalam bentuk setelan kain dan selendang dipadukan dengan kebaya. Secara umum kesan penampilan songket itu tetap mewah dan ringan.

“Pembuatan ulos ini merupakan inovasi dari penggunaan benang dari viscose, sehingga ulos tampil lebih ringan dari yang biasa,” kata Merdi yang banyak menaruh perhatian pada kain tradisional dan mengembangkan inovasi ulos itu.

Peragaan busana yang ditampilkan oleh Merdi pada malam itu banyak mendapatkan tepuk tangan dari para undangan. Rangkaian koleksinya terdiri dari 65 outfit yang dibagi dalam lima babak.

Pertama, Merdi menampilkan Gorga, yakni seri rancangan tiga warna yang merupakan warna budaya masyarakat Batak. Motif yang ditampilkannya berupa corak naif dan primitif yang terdapat pada pusaka Batak, juga motif ukir dan lukis pada ornamen rumah besar, yang di Jawa dikenal dengan sebutan ulir-ulir.

Lalu seri kedua, dia menampilkan gaya western dengan aksen frilly, ruffles. Dilanjutkan dengan sekuen ketiga, Merdi menampilkan koleksi bertema Parsanggul Na Ganjang.

Kontribusi: indonesiatextile.com
cyberwoman

Share This Post:
  • Facebook
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Print
  • Digg
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • PDF

6 Responses to “ULOS BARU, LEBIH CANTIK DAN ELEGAN”

  1. hm… kemaren aku juga sempat liat pergelarannya bang Merdi langsung.
    Waktu itu berkolaborasi dgn peluncuran produk telco di Hotel Borobudur.
    Asli, ULOSnya memang keren2 banget!


    Betul sekali :D koleksi beliau memang sangat bagus dan tidak ketinggalan dgn para designer terkenal yg lain

  2. saya punya ulos :D
    ternyata ulos bisa menembus pasar di luar negeri yah
    hebatt….!

  3. supapri situmorang says:

    horas lae !!!!

    emang bgus bgt adanya pemodernisasian di adat kita…
    n saya sgt apresiasi sekali….
    ulosnya jadi sgt bagus….
    tapi bukankah alangkah indahnya kita memodernisasi ciri khas kita, tapi tidak meninggalkan apa yang telah di wariskan leluhur ( oppung ) pada kita…saya hanya menyarankan dan akan sangat menunggu klo misalnya lae menggunakan bahan yang benar-benar asli dari bona pasogit kita…. mauliate godang…
    mari majukan bangso Batak…
    HORAS……………..

  4. aku tertarik bgt artikelnya,,,aku juga lagi bikin skripsi tentang peragaan busana ulos taraf internasional…aku minta informasinya lagi donk,,btw ada kemungkinan lagi ga ada acara kyk gn lagi??

  5. wah…saya kagum dengan suku saya sendiri..terutama ulos…saya saat ini sedang membuat buku tentang ULOS..bacaan untuk anak-anak…dengan tujuan agar sejak dini anak menyukai Ulos…saya IRI..kok batik bisa terkenal padahal fungsi batik dengan ulos ham[pir sama…dan batik dah diterima dilUNEG……ayo kita demon.,,….agar ulos juga diterima..haaaaaaaaaaaaaa…ha……ada yang tau berapa sebenarnya jenis ulos…….tolong dong….dan gambarnya….ULOS..BRAVO…..ULOS…..MAJU ..MAJULAH BATAKKU……agar dunia tahu….batak is the best…emaisaya tomridu.com74@yahoo.co.id…please…

  6. weeeeeeeewwwwwwwww……….
    keren2..
    makin cinta aq ama ulos dah..
    apalagi kalo lihat desainnya bg merdi…
    MANTAP!

Leave a Reply